Pilih jumlah dan jangka waktu pinjaman

Rupiah
Bulan
Metode transfer
Apply untuk peminjaman

Rate Bunga:

Mulai dari 1.3% per bulan

Pendapatan bulanan:

hingga Mulai dari 2 juta/ bulan

Umur peminjam:

Usia 21 sampai 55 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

0.06% per hari

Pendapatan bulanan:

hingga Minimum pendapatan 3 juta

Umur peminjam:

Berusia minimal 21 tahun - 55 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

Bunga 2.5%

Pendapatan bulanan:

hingga Penghasilan minimum 3 jt per bulan

Umur peminjam:

Batas usia pemohon dari 21 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

Mulai dari 1.45% per bulan

Pendapatan bulanan:

hingga Min 3 jt/ bulan penghasilan

Umur peminjam:

Minimal usia 21 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

Bunga mulai dari 0.88% per bulan

Pendapatan bulanan:

hingga Gaji minimum Rp 3 juta / bulan

Umur peminjam:

Usia 21 sampai 55 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

Mulai dari 0.79% per bulan

Pendapatan bulanan:

hingga Gaji minimal 2 juta/ bulan

Umur peminjam:

Minimal usia 21 tahun

Detail lebih

Rate Bunga:

Bunga mulai dari 1.59% per bulan

Pendapatan bulanan:

hingga Minimal pendapatan 2 jt/ bulan

Umur peminjam:

Berusia minimal 21 tahun - 55 tahun

Detail lebih

Informasi Lengkap Seputar UMKM: Pengertian, Jenis dan Contohnya

UMKM sudah menjadi kelompok usaha dengan jumlah paling banyak yang ada di indonesia. Kelompok usaha ini dijalankan secara individu maupun kelompok. Jenisnya pun cukup beragam. Banyaknya jenis kelompok usaha ini membuatnya berhasil turut berperan dalam perkembangan ekonomi negara. Ingin tau lebih lanjut seputar UMKM? berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu UMKM?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil Menengah yang dijalankan oleh suatu badan usaha, baik perorangan maupun kelompok. Umumnya jenis usaha UMKM dikelompokan berdasarkan pendapatan tahunan, maupun jumlah kekayaan dan jumlah karyawan. Dalam pelaksanaannya, jenis usaha ini bahkan sudah di atur dalam UU Nomor 20/2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Jenis dan Kriteria UMKM

Berdasarkan pengertian UMKM, maka bisa diketahui bahwa UMKM terdiri dari 3 jenis usaha, yakni usaha mikro, kecil, dan menengah. Setiap jenis usaha memiliki kriterianya masing-masing, sehingga membuat mereka berbeda satu dengan yang lainnya. Jenis pertama adalah usaha mikro. 

Usaha mikro adalah jenis usaha yang memiliki kekayaan per bulan sekitar Rp50 juta. Pada jenis usaha ini, kekayaan berupa bangunan yang menjadi tempat usaha tidak termasuk dalam kalkulasi. Ciri-ciri umum dari usaha mikro adalah belum pernah melakukan administrasi keuangan yang sistematis dan barang dagangan selalu berubah-ubah. Selain itu, terdapat ciri lain, seperti bentuk usaha tergolong kecil dan sulit mendapat bantuan perbankan.

Berikut adalah jenis usaha kecil yang termasuk sebagai usaha yang diolah perorangan namun tidak termasuk sebagai badan usaha. Jumlah kekayaan yang dimiliki oleh jenis usaha ini per tahun biasanya berada di bawah Rp300 juta. Jumlah kekayaan ini berasal dari hasil kalkulasi sempurna, termasuk tempat usaha. Usaha kecil biasanya masih kesulitan dalam mengembangkan usahanya.

Selanjutnya adalah jenis usaha menengah yang inisialnya menjadi huruf terakhir pada singkatan UMKM. jenis usaha yang bisa memiliki kekayaan bulanan mencapai Rp500 juta akan termasuk sebagai usaha menengah. Namun jumlah kekayaan tersebut tidak dihitung dengan kekayaan berbentuk bangunan dan tanah tempat usaha. Jenis usaha ini sudah memiliki sistem administrasi keuangan yang sistematis, memberikan jaminan kerja dan kesehatan bagi pekerjanya.

Contoh UMKM

Setelah mengetahui jenis usaha mikro, kecil, dan menengah, selanjutnya Anda perlu mengetahui contoh dari masing-masing usaha tersebut. Jenis usaha yang termasuk sebagai usaha mikro adalah warung kelontong, peternak ayam dan tukang cukur. Ketiga jenis usaha ini termasuk usaha mikro karena usahanya relatif kecil, dan menjual/menyewakan barang/jasa yang beragam.

Contoh UMKM selanjutnya berasal dari jenis usaha kecil. Contoh usaha dari usaha kecil adalah koperasi, minimarket dan toserba. Ketiga jenis ini termasuk karena kerap memiliki kendala dalam pengembangan usahanya dan masih memiliki modal yang terbatas. Meskipun demikian, progress dari usaha kecil masih lebih tinggi daripada contoh usaha mikro tadi.

Berikut adalah jenis usaha menengah yang merupakan kepanjangan UMKM yang terakhir. Beberapa contoh usaha menengah adalah usaha perkebunan dan perdagangan ekspor impor. Kedua usaha ini termasuk sebagai usaha menengah karena telah memiliki manajemen keuangan yang bagus dan menyediakan jaminan bagi pekerjanya.

Adanya Bantuan untuk UMKM

UMKM adalah salah satu usaha yang cukup berpengaruh bagi perekonomian negara. Hal tersebut dikarenakan, UMKM berperan sebagai pemerata tingkat perekonomian masyarakat dan peminimalisir tingkat kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, UMKM juga berfungsi sebagai sarana yang menjadi pemasukan devisa negara.

Mengingat tingginya arti UMKM bagi perkembangan negara, maka pemerintah mulai memberikan bantuan bagi para pelaku UMKM. Salah satu bentuk bantuan yang sedang booming saat ini adalah BLT UMKM yang disalurkan oleh beberapa bank ternama, seperti BNI dan BRI. Bantuan ini diberikan bagi para pelaku UMKM yang telah diusulkan serta bukan seorang ASN.

Penyaluran BLT UMKM sudah berlangsung sejak 2020 dan masih berlangsung hingga 2021 mengingat banyaknya pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan. Jika sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, maka pelaku UMKM bisa cek UMKM BLT melalui situs eform BRI.

Kesimpulannya, UMKM singkatan dari usaha mikro kecil menengah yang dijalankan oleh perorangan maupun kelompok. Jenis usaha ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan usaha sendiri dengan modal yang tidak terlalu besar. Dengan adanya bantuan pemerintah dan keuletan pengusahanya, UMKM tentu bisa semakin maju.