Syarat take over kredit antar bank atau bank yang bisa take over sertifikat rumah dengan biaya take over kpr btn 2021

Take Over KPR, Pilihan Menarik untuk Turunkan Bunga KPR Bank

Take over KPR adalah proses memindahkan pinjaman untuk kepemilikan rumah dari satu bank ke bank yang lain. Hal ini sangat mungkin dilakukan karena beberapa alasan, misalnya karena tidak menjadi nasabah bank sebelumnya lagi, rekening payroll yang berpindah hingga mencari bunga yang lebih rendah. Untuk alasan yang terakhir ini, take over rumah memang menjanjikan karena setiap bank bisa saja menawarkan suku bunga berbeda dalam program KPR yang dijalankan. 

Take over kredit yang awalnya dikenakan bunga mengambang bisa saja kemudian menjadi bunga flat karena ketentuan bank yang berbeda dimana hal ini sangat menguntungkan nasabah. Syarat take over kredit antar bank sendiri secara umum terbilang mudah karena hanya berkaitan dengan profesi, penghasilan dan usia. Misalnya saja nasabah yang melakukan take over harus berusia setidaknya 21 tahun dan maksimal 65 tahun, memiliki penghasilan minimal 6-8 juta per bulan dan merupakan karyawan yang sudah bekerja minimal 2 tahun, wirausaha setidaknya 3 tahun dan tenaga professional setidaknya 2 tahun. Dengan memenuhi beberapa persyaratan ini saja, Anda sudah termasuk eligible untuk melakukan take over KPR.

Hal lain yang menarik untuk disimak adalah berbagai kelebihan melakukan take over yang menjadi motivasi bagi para debitur untuk memindahkan kreditnya dari satu bank ke yang lain. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Take over KPR dengan Mengubah Jenis Bunga

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Anda bisa mendapatkan bunga yang lebih rendah ketika melakukan take over KPR. Terlepas dari pilihan bank yang bisa take over sertifikat rumah atau bank yang bisa take over kredit, perlu diketahui bahwa setiap bank punya regulasinya sendiri dalam hal penentuan suku bunga dimana ada yang memberikan bunga tetap selama 3 tahun pertama atau bunga mengambang sejak cicilan ke sekian. Take over KPR ke bank lain prosesnya akan sama dengan membuat perjanjian pinjaman baru sehingga kelebihan penawaran kredit di awal bisa Anda rasakan juga. Jadi berasa seperti peminjam baru padahal kredit sudah berjalan sekian tahun lamanya.

Take Over Kredit dengan Memperpanjang Tenor Cicilan

Biaya take over KPR BTN terbilang cukup banyak. Hal ini sebenarnya juga bisa terjadi ketika take over sertifikat rumah ke Bank Mandiri ataupun bank lainnya karena segala pengurusannya sama seperti mengurus pinjaman dari nol. Akan ada biaya perjanjian legal, administrasi dan tambahan denda berdasarkan sisa pokok pinjaman. Terlepas dari “modal” untuk bisa melakukan take over, langkah ini juga memberikan beberapa keuntungan diantaranya bisa mengajukan tenor yang lebih panjang dari sebelumnya sehingga cicilan lebih murah. 

Misalnya saja di bank sebelumnya Anda memilih tenor 10 tahun dan sudah berjalan 4 tahun. Ketika melakukan take over rumah subsidi atau take over KPR BTN Anda bisa memilih lagi misalnya tenor 10 tahun yang pastinya lebih murah cicilannya. Dengan demikian, masa pelunasan yang seharusnya 6 tahun, bisa menjadi 10 tahun yang berarti Anda mendapatkan bonus 4 tahun. Menyenangkan, kan?

Take Over Kredit Mengubah Jenis KPR ke Syariah

Anda yang di tengah jalan melakukan kredit kepemilikan rumah, bisa banting setir dengan memilih bank Syariah saat take over Bank Jatim atau yang lain. Biasanya, bank atau sistem Syariah memang lebih terjangkau segala sesuatunya dengan syarat dan ketentuan yang bisa jadi berbeda dengan bank konvensional. Cara take over rumah ke bank Syariah juga sama mudahnya, kok. Yang berubah hanyalah istilah dan berbagai jenis perhitungan yang sudah didasarkan pada tuntunan hukum Islam.

Selain kelebihan di atas, perlu diketahui bahwa ada kemungkinan pengajuan tersebut diterima ataupun ditolak. Hak ini tergantung dengan Riwayat kredit sebelumnya di bank yang lama. Bila selama ini Anda tidak pernah absen membayar tagihan maka kemungkinan besar take over yang diajukan akan diterima atau disetujui. Namun sebaliknya, jika catatan sejarah kredit tidak baik karena sering menunggak atau telat membayar lebih dari 60 hari, jangan kaget bila pengajuan langsung ditolak karena pihak bank tidak mau mengambil resiko kredit macet yang merugikan.