Endry dan Arif : Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Wirausaha

Endry Jonathans dan Arif Jacob, founder DoubleJ (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Menjadi entrepreneur di usia muda mulai menjadi cita-cita sebagian besar anak muda masa kini. Ada yang memulai bisnis warisan orang tua. Ada juga yang mulai dari nol, bahkan nekad meninggalkan pekerjaannya untuk jadi pelaku bisnis. Tentu mereka sadar, untuk mencapai level sukses tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Kerja keras dan harapan menjadi modal para pengusaha muda ini. Seperti yang dilakukan Arif Jacob dan Endry Jonathans duo founder DoubleJ Footwear. Keduanya meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan swasta untuk membangun usaha sendiri.

Kami ingin berwirausaha dan mencari tantangan baru karena tidak ingin terjebak dalam kemapanan sebagai karyawan, ungkap Endry dan Arif kepada Youngsters.id.

Endry menjadi karyawan di sebuah perusahaan pengelolaan mall ternama di bilangan Jakarta Selatan selama 6 tahun. Sampai akhirnya pemuda lulusan S2 IPMI Bisnis School itu memutuskan keluar dari pekerjaan itu karena mengejar mimpi jadi bos bagi diri sendiri.

Saya merasa mandek di kantor. Rutinitas yang sama membuat saya ingin mendapat tantangan yang baru, ungkap lajang kelahiran Jakarta 28 Maret 1980 itu.

Sedangkan Arif sebelumnya bekerja sebagai tenaga IT di sebuah perusahaan operator telekomunikasi. Hanya saja, alasan sarjana sistem informatika Gunadarma itu khawatir tua di jalan. Maklum lokasi tempat bekerja yang harus ditempuh dengan waktu 1-2 jam membuat dia kewalahan. Apalagi sang ayah dalam keadaan sakit membuat dia merasa lebih tenang bila dekat dengan orang tuanya.

Saya sudah lama ingin punya usaha sendiri tetapi keadaan sekarang yang membuat ada keberanian untuk mewujudkan itu, ucap Arif.

Kedua pemuda ini memutuskan untuk membangun usaha berupa produk sepatu fashion dengan brand DoubleJ Footware di awal tahun 2016 ini. Nama brand itu berasal inisial dari nama belakang kedua saudara sepupu ini.

Berbeda dengan usaha sejenis, DoubleJ Footware ini memilih ceruk bisnis sepatu untuk anak-anak. Kami melihat bahwa orang tua masa sekarang lebih peduli pada penampilan anak-anak mereka. Di sisi lain belum banyak yang bermain di pasar ini, sehingga kami ambil itu menjadi peluang, jelas Endry.

Sepatu DoubleJ Footware ini didesain oleh Endry dengan konsep handmade. Alhasil sepatu ini halus, rapi dan nyaman untuk dikenakan anak-anak. Modelnya pun tak kalah menarik, dan mengikuti tren terbaru. Kami memang ingin membuat sepatu anak yang stylish dengan kualitas yang terbaik, ungkap Endry.

Tidak Mau KW

Keputusan untuk membuat usaha produk sepatu ini berangkat dari kegemaran Arif dan Endry pada sepatu sneakers. Bahkan awalnya mereka ingin memproduksi sepatu casual ini. Namun terkendala pada modal dan produksi.

Sebelum memulai, mereka survey ke sejumlah pembuat sepatu, termasuk di Bandung, yang merupakan pusat kerajinan sepatu handmade. Di sana mereka mendapati tidak banyak yang bisa membuat sepatu sneakers dengan desain dan kualitas baik. Kebanyakan yang ditawarkan adalah yang KW. Pasalnya, para pengrajin rata-rata tidak sanggup membuat desain alas sepatu.

Kami tidak ingin membuat sepatu dengan cetakan sol KW tapi dengan produksi dan desain sendiri dant tidak mencontek yang sudah ada. Dan ternyata itu tidak mudah dan butuh modal yang sangat besar, ungkap Arif. Menurut dia, untuk satu cetakan desain dan ukuran sepatu harganya bisa Rp 1,5 juta dan untuk produksi harus dengan skala produksi yang besar.

Sementara untuk membuka usaha ini, Endri dan Arif mengaku patungan dari uang tabungan masing-masing, dengan modal awal sebesar Rp 20 juta. Kami memang tidak memiliki modal besar, hanya dari tabungan saja. Yang penting usaha ini bisa berjalan dulu, ungkap Endry. Dia belajar pengalaman semasa mahasiswa dia sudah pernah jualan t-shirt dan bisnis restoran, tetapi tidak sukses karena tidak dijalani serius. Kali ini dia ingin sungguh-sungguh.

Karena sudah berniat usaha, keduanya maju terus. Lalu terbersitlah ide untuk beralih ke produksi sepatu anak. Sepatu anak jauh lebih memungkinkan, dari sisi modal jauh lebih murah. Anak-anak kecil sekarang juga lebih fashionable karena orang tua muda lebih mau mendandani anaknya. Makanya kami memutuskan garap sepatu untuk anak, ungkap Endry.

 

Endry dan Arif memutuskan meninggalkan pekerjaan demi berwirausaha (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)
Endry dan Arif memutuskan meninggalkan pekerjaan demi berwirausaha (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

Branding

Untuk desain dirancang sendiri oleh Endry dan Arif. Sedangkan produksi mereka menggandeng sejumlah pengrajin sepatu di Bandung. Kami memang bukan berangkat dari desain sepatu tetapi kami suka sepatu. Karena itu kami pun merancang sepatu dengan mengikuti tren terbaru dengan tetap mengutamakan kenyamanan pengguna yakni anak, ucap Endry.

Sepatu DoubleJ Footware ini menggunakan bahan sintetis yang lembut. Menurut Endry, untuk produksi awal ada 100 pasang sepatu dengan 4 model. Range harga pun terjangkau dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu untuk anak usia 1-3 tahun. Ke depan kami akan mengembangkan produk hingga usia 5 tahun, ujar Endry.

Sebagai usaha baru, keduanya masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, serta memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Kami ingin membangun brand dulu. Target kami bisa balik modal dalam waktu 1 tahun, ucap Arif.

Meski penghasilan dari usaha ini belum sebaik ketika mereka menjadi karyawan keduanya mengaku bangga. Saya sudah menyisihkan tabungan untuk daily life support sampai usaha ini bisa benar-benar berkembang, ucap Endry. Demikian juga dengan Arif. Bahkan dia sedang mengembangkan diri dengan belajar jadi barista untuk membuka usaha kafe. Yang penting saya bisa mengembangkan diri dengan usaha sendiri, ujarnya.

Memasuki bulan keenam, DoubleJ Footware masuk ke jejaring pemasaran online Tokopedia dan Carousel. Kami berharap produk sepatu kami akan semakin dikenal masyarakat luas. Dengan demikian usaha kami akan lebih berkembang dan lebih maju lagi sehingga bisa menciptakan desain sepatu anak yang menjadi trendsetter di Indonesia, ucap keduanya penuh harap.

 

=========================

Arif Jacob dan Endry Daniel Jonathan

  • Nama : Arif Jacob
  • Tempat Tanggal Lahir : Depok, 16 Agustus 1989
  • Pendidikan : Sarjana Informatika Universitas Gunadarma
  • Nama : Endry Daniel Jonathans
  • Jakarta 28 Maret 1980
  • Pendidikan : S2 IPMI International Business School.
  • Nama Usaha : DoubleJ Footware
  • Berdiri : Februari 2016
  • Modal Awal : Rp 20 juta
  • Omzet : –
  • BEP : Rencana 1 Tahun
  • Alamat : www.doubleffootware.com

========================

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY