Iman Usman : Si Anomali Yang Mampu Buat Solusi

Iman Usman, Founder dan CEO RuangGuru.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Datang dari keluarga sederhana tidak membuat Iman Usman menyerah. Dia bertekad mengalahkan keadaan dan meraih pendidikan setinggi-tingginya. Alhasil Iman menjadi anomali bagi keluarganya. Bahkan, kini ia mampu membawa solusi terbaru bagi dunia pendidikan.

Pemuda yang baru berusia 24 tahun ini adalah pendiri dan CEO dari RuangGuru.com, sebuah startup edtech. Situs online ini yang menghubungkan calon murid dan calon guru yang tepat untuk pelajaran apapun. Meski baru dirilis pada 21 April 2014, platform ini telah mengorganisir 27 ribu guru dengan pengguna sekitar 110 ribu orang. Tak hanya itu startup ini sudah meraih putaran pendanaan seri A berjumlah 7 digit.

Sesungguhnya kedekatan Iman pada dunia pendidikan itu adalah sebuah anomali. “Saya punya kedekatan personal dengan dunia pendidikan karena saya punya personal story di situ,” ungkap Iman kepada Youngsters.id.

Pemuda kelahiran Padang, Sumatera Barat 21 Desember 1991 ini berangkat dari keluarga sederhana. Bahlan, anak bungsu dari enam bersaudara ini mengaku bahwa kedua orang tuanya tidak terlalu mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya. “Ayah saya cuma lulusan SMP, ibu saya lulusan SMA. Saya anomali di keluarga, karena saya satu-satunya yang bisa dapat gelar master. Saya lihat sendiri bagaimana pendidikan yang baik dan pendidikan yang tinggi mengubah hidup saya,” kisahnya.

Keinginan Iman untuk meraih pendidikan tinggi terpicu lingkungan sosial di sekitarnya yang kurang mendukung. Untuk mendobrak itu di usia 10 tahun dia malah mendirikan perpustakaan bagi teman-teman sepermainannya yang tidak bisa mendapatkan akses buku untuk belajar.

Menariknya, ambisi dan perspektif Iman awalnya berkembang berkat cerita Harry Potter. Iman mengaku bisa menghabiskan berjam-jam waktunya untuk berselancar di dunia maya, chatting dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia di komunitas Harry Potter, dan memainkan game yang merupakan adaptasi dari novelnya. Ia juga memaksa dirinya untuk belajar Bahasa Inggris secara otodidak, hanya karena tak sabar menunggu terjemahan novel tersebut. Berkat Harry Potter jugalah Iman menemukan passion untuk mengajar.

Dalam sebuah game tentang sekolah yang berisi para penyihir fiksi yang terkenal, Hogwarts, ia meningkatkan level permainannya. Dari yang semula berperan sebagai murid, hingga kemudian mengajar sebagai profesor Astronomi. Game ini juga menjadi bagian dari kisah perjalanannya selama lima tahun.

“Rasanya menggelikan, orang-orang selalu menduga bahwa saya terinspirasi oleh tokoh tertentu,” kata Iman sambil tertawa. Ilmu yang dia serap dari dunia fantasi itu, didukung kemampuan sosial dan akademisnya di dunia nyata.

“Saya ingin orang lain memandang saya dan keluarga saya dengan cara yang berbeda. Saya ingin tunjukkan bahwa pendidikan merupakan kendaraan dalam meraih impian,” ujarnya mantap.

Mengejar ilmu setinggi mungkin membawa Iman setamat SMA di Padang melanjutkan pendidikannya ke FISIP Universitas Indonesia jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Aktivitas sosial terus dilakukan. Pada tahun 2009, Iman bersama 7 pemuda Indonesia lainnya mendirikan Indonesian Future Leaders, sebuah organisasi pemuda yang mempunyai visi untuk menjadikan generasi muda Indonesia sebagai generasi yang kompeten pada bidang yang ditekuninya, dapat membawa perubahan positif, dan menjadi inspirasi bagi lingkungannya.

Iman juga aktif di berbagai kegiatan kepemudaan. Pada tahun 2009, Iman terpilih sebagai salah satu dari 10 anak di dunia penerima penghargaan World Youth Achiever Recognition oleh Friendship Ambassador Foundation Amerika Serikat dan terpilih sebagai Penasehat Remaja United Nations Population Fund Indonesia. Dia juga pernah dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2012. Bahkan, Iman bekerja sebagai Perwakilan Amerika Serikat untuk Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Internasional saat studi pascasarjananya di Columbia University, New York, Amerika Serikat.

 

Berawal dari FB

Setelah semua aktivitas sosialnya dilakukan, Iman memutuskan untuk jadi wirausahawan.  “Saya merasa yang saya kerjakan masih scalable. Saya bikin rumah belajar, tetapi ada berapa banyak rumah belajar yang bisa dibuat dalam setahun? Berapa resources yang harus saya keluarkan. Dibandingkan dengan (memakai) teknologi, saya bisa menjangkau ribuan orang dalam satu tahun. Pada akhirnya sekarang saya berbisnis tetapi bisnis saya tetap berdampak sosial,” ungkap Iman.

Dia memutuskan fokus pada dunia pendidikan. Karena itu studi paska sarjananya di bidang International Education Development, di Columbia University New York, AS. Namun Iman mengaku, ide awal lahirnya RuangGuru itu berawal dari posting Iman di Facebook enam tahun lalu. “Posting saya waktu itu adalah ingin ngajar private. Saya tulis itu berulang kali tetapi tidak mendapatkan satu murid pun,” kisahnya.

Kejadian kembali terulang ketika dia bersama sahabatnya, Adama Belva Syah Devara (co-founder RuangGuru) berkesempatan melanjutkan pendidikan ke USA. Untuk mempersiapkan tes, mereka mencoba mencari guru privat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun ternyata mereka tidak mendapati yang sesuai.

Dari situlah muncul gagasan untuk membangun marketplace bagi guru privat. Apalagi mereka melihat ada pasar yang luas dan belum terjamah. Saat itu, hanya sedikit tempat bimbingan belajar yang terdaftar di Indonesia, dan tiga tempat bimbel ternama di Indonesia hanya memiliki sekitar 200.000 hingga 300.000 siswa yang bergabung. Padahal di Indonesia ada 60 juta anak-anak dan remaja yang masih bersekolah.

“Idenya RuangGuru sebagai situs marketplace yang menghubungkan orang buat pelajaran apapun.  Jadi tidak hanya pelajaran sekolah, tetapi dari guru masak, coding, berenang hingga kung fu,” ujar Iman.

Ide itu kemudian dikembangkan Iman dan Belva semasa mereka tinggal di AS sejak tahun 2013. Bahkan, demi mewujudkan cita-cita itu, Iman menyelesaikan pendidikan masternya hanya dalam waktu 10 bulan.

“Menjalankan bisnis online bukanlah hal yang mudah. Apalagi pada saat itu, saya sedang berada di Amerika, sedangkan Belva juga sedang melanjutkan pendidikan masternya di Harvard University. Tapi setelah semua dijalankan, it’s worthed!,” ungkap Iman.

Dengan marketplace bimbel mereka, platform tes, dan pemecahan soal masalah secara on-demand, RuangGuru menjadi tempat yang begitu unik di lingkungan education technology (edtech) di Indonesia.

Awal memulai startup ini hanya dijalankan oleh Iman, Belva dan satu orang staf sebagai operator. Namun dalam waktu singkat mereka berhasil mengorganisir lebih dari 27 ribu guru dan lebih dari 110 ribu pengguna.

Prestasi itu juga yang membuat startup ini mendapatkan seed funding dari East Ventures di tahun pertama. Dan akhir tahun 2015, kembali meraih putaran pendaan seri A jutaan dollar dari Ventura Capital. “Investrasi ini akan kami manfaatkan untuk memperluas bisnis dan memperkuat sumber daya manusia,” ungkap Iman.

 

Iman Usman, Founder dan CEO RuangGuru.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)
Iman Usman, Founder dan CEO RuangGuru.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

 

Respon Masalah

RuangGuru awalnya menyediakan guru privat untuk berbagai pelajaran. Menurut Iman, pelajaran yang paling banyak peminatnya adalah matematika. Selanjutnya disusul Bahasa Inggris. RuangGuru mengambil 20% dari setiap nilai transaksi, sehingga jika satu siswa membayar Rp800 ribu per paket, RuangGuru mengambil Rp160 ribu dan sisanya diserahkan kepada guru privat yang bersangkutan.

Menurut Iman, di lembaga bimbingan pada umumnya, guru privat hanya memperoleh pendapatan sebesar 40 – 60% dari uang yang dibayarkan oleh siswa. Namun, pendapatan RuangGuru saat ini dirahasiakan.

“Kami awalnya penghubung guru privat, tetapi dalam perjalanannya kami merespon tantangan pendidikan lainnya lewat teknologi,” ungkapnya. Apalagi dia berambisi menjadi salah satu startup yang fokus pada dunia pendidikan Tanah Air dan penyedia layaan pendidikan berbasis teknologi terbesar di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, RuangGuru tidak berhenti berinovasi untuk melahirkan fitur dan produk baru. “Kami merasa punya tanggungjawab lebih terhadap masalah pendidikan,” ujar Iman.

Di akhir Oktober RuangGuru merilis produk unggulan baru, yaitu platform persiapan untuk ujian online. Dengan ini RuangGuru menyediakan layanan yang memungkinkan pelajar mengakses ribuan bank soal sesuai kurikulum pendidikan nasional secara cuma-cuma. “Platform ini kami kembangkan agar dapat berkontribusi dengan kebijakan pemerintah,” ujar Iman.

Kemudian tepat ulang tahun ke dua, RuangGuru meluncurkan mobile application di Google Playsore versi Betta. Aplikasi untuk Android ini memungkinkan murid terhubung langsung dengan guru dan berkonsultasi mengenai soal pelajaran dengan cepat, mudah dan efektif, kapan pun dan dimana pun.

Dalam waktu singkat aplikasi ini sudah mendapat 500 unduhan dengan 500-800 pertanyaan setiap hari. Iman berharap perusahaannya dapat menyelesaikan transformasi teknis yang nantinya akan menyempurnakan aplikasi mobile mereka. Termasuk juga peluncuran fitur baru. Iman menjelaskan produk tersebut sebagai jawaban berbasis on-demand.

Memperluas platform tes online adalah cara Iman untuk berkontribusi bagi lemahnya sistem pendidikan di Indonesia. “Infrastuktur menjadi challenge, tetapi bukan sesuatu yang menghambat kita untuk tidak ngapa-ngapain. Harus dimulai karena teknologi terus berkembang, infrasktur juga semakin cepat. Jadi di saat ready kami sudah ada di sana, bukan baru mulai,” tandas Iman.

 

=========================================

Muhammad Iman Usman

Tempat Tanggal Lahir : Padang, 21 Desember 1991

Penndidikan :

  • Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (2009-2013)
  • International Education Development Columbia University, New York

Prestasi :

  • Sekretaris Jenderal Forum Anak Sumatera Barat
  • Pendiri Komunitas Anak Kritis Indonesia, 2007
  • Pertukaran pelajar AFS-JENESYS ke Jepang pada tahun 2007
  • Pemimpin Muda Indonesia, dipilih oleh Presiden Republik Indonesia
  • Duta Junior Mondialogo untuk Dialog Antarbudaya 2008 oleh DAIMLER dan UNESCO
  • Pemenang Youth Achiever Recognizition Award (bersama 9 orang lainnya)
  • Salah seorang pendiri dan Presiden Indonesian Future Leader, 2009
  • Peserta G20 Summit 2010, Toronto
  • Penerima beasiswa penuh Winter Course Program, Study of US for Student Leaders on Religious Pluralism di Amerika Serikat.
  • Mewakili Indonesia pada The Global Changemakers 2010
  • Juara I Microsoft Bloggership Competition 2011
  • Penerima Global Teen Leaders oleh We Are Family Foundation
  • Duta Muda ASEAN 2011
  • Direktur Proyek ChildrenBehindUs Network
  • Direktur Program Parlemen Muda Indonesia
  • Mahasiswa Berprestasi Nasional 2012
  • Penerima nominasi Kick Andy Heroes 2012

=========================================

 

STEVY WIDIA