Wonderful Ambon, Upaya Bangun Desa Wisata Mandiri

Pemaparan program Wonderful Ambon, Selasa (12/7/2016) di Jakarta. (Foto : Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Potensi alam yang indah, dan kekayaan budaya Maluku sangatlah besar untuk diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia. Untuk itu Yayasan Citra Kasih Abadi (CKA) bekerjasama dengan komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menggelar Wonderful Ambon.

“Kami melihat peluang potensi alam Maluku yang indah, latar belakang kekayaan budaya setempat, kekayaan laut dan kulinernya yang masih belum diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia. Untuk itu kami ingin dapat menggali potensi wisata Maluku itu, dengan melibatkan penduduk lokal,” jelas Melly Utami selaku Project Lead CKA Wonderful Ambon pada jumpa pers Selasa (12/7/2016) di Jakarta.

Program Wonderful Ambon akan dicanangkan mulai 15 Juli di Desa Tihulale Maluku Selatan, sebelah barat pulau Seram, Ambon. Dan akan dihadiri oleh Gubernur Ambon Said Assagaf.

Tujuan dari Wonderful Ambon, kata Melly, adalah meningkatkan potensi pariwisata dengan skema “active involvement” yaitu melibatkan masyarakat secara langsung.

Untuk itu CKA bermitra dengan komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC). Menurut perwakilan dari AIESEC Gratia Wirata Sidabutar, komunitas ini mendatangkan 20 orang tenaga intership internasional untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sonyah National Presiden AIESEC mengatakan program Utama AIESEC Indonesia saat ini adalah Global Citizen, Global Talent, Youth Speak, Hometown Project, dan Entrevolution Project. “Kami ingin menjadikan Indonesia rumah bagi para pemuda- pemudi yang berprestasi, kreatif, dan aktif berkontribusi untuk negaranya,” kata Dina.

Para peserta ini adalah para pemuda dari berbagai negara diantaranya Portugal, Brazil,dan Tiongkok. Mereka akan terlibat selama dua bulan untuk membantu memberi bimbingan dan mengembangkan masyarakat lkal menjadi pengusaha dibidang pariwisata. Mulai pelatihan dari bahasa Inggris, hingga pembimbingan pengelolaan industri Food & Beverage. Dengan harapan para pelaku usaha restoran memiliki standar management berskala international.

Roy Darmawan, Ketua Pokja Penumbuhan Wirausaha Nasional mengatakan, program pemberdayaan masyarkat desa adalah proses pembagunan yang melibatkan masyarakat desa untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. “Untuk itu diperlukan pengkayaan dan penguatan baik melalui pendidikan formal dan ketrampilan juta dalam kepemimpinan, inovasi dan komunikasi lintas budaya,” papar tim ahli Menteri Kooridnator Perekonomian RI.

STEVY WIDIA