Wirausaha Muda Butuh Revolusi Mental

YOUNGSTERS.id - Untuk mencetak wirausaha muda butuh revolusi mental. Selain kesadaran dan dukungan keluarga juga perlu  lingkungan kondusif serta peran pemerintah dan pihak lain sangat dibutuhkan. Jadi tidak bisa dilakukan secara instan.“Di sinilah pentingnya revolusi mental, karena  wirausaha sesungguhnya tak sebatas lapangan pekerjaan, namun lebih berkaitan dengan pola pikir, sifat, watak dan mental seseorang yang dibutuhkan sebagai wirausaha,” demikian disampaikan M Hanif Dakhiri Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dakhiri dalam siaran pers, Sabtu (20/2/2015)

Berdasarkan data yang diperolehnya, Menaker mengungkapkan dari jumlah penduduk sebanyak 240 juta, porsi pelaku wiarausaha hanya sekitar 0,43% dari total usia produktif. Angka tersebut jauh dari Singapura yang mencapai 7% maupun Malaysia (5%) dan Thailand (3%).

Sementara, di Amerika Serikat (AS) mencapai sekitar 10%. “Idealnya untuk menggerakkan perekonomian suatu negara diperlukan wirausaha minimal 2% dari total jumlah penduduk,” ujarnya.

Menurut Hanif, untuk menggerakkan perekonomian nasional, peran wirausaha menjadi sangat penting, baik dalam rangka membangun ketahanan ekonomi, maupun untuk pengurangan pengangguran mengingat jumlah pelaku wirausaha di Indonesia relatif rendah.

Namun, Menaker optimistis Indonesia berpotensi menumbuhkan wirausaha di Indonesia sangat besar dan terbuka. Selain pasar, sumber daya alam dan budaya  juga tidak kalah pentingnya adalah angkatan kerja muda.

Tercatat, setiap tahun lembaga pendidikan di Indonesia menghasilkan lulusan sekitar 2,5 juta orang sebagai angkatan kerja muda. “Angka tersebut merupakan tantangan bagi kita untuk menyiapkan atau mencetak wirausaha muda,” jelas dia.

Hanif menyadari setiap generasi dihadirkan untuk menghadapi tantangan berbeda dan tantangan saat ini begitu kompleks dan saling berkaitan. “Untuk menghadapinya diperlukan kebersamaan dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah,” ujarnya.

 

STEVY WIDIA