Wirausaha Kecil Di Seluruh Dunia Sudah Melek Teknologi

Pengusaha kecil dan menengah harus melek teknologi (Foto:ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Studi yang dilakukan oleh perusahaan riset teknologi informasi, IDC, menunjukkan bahwa wirausaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh dunia memahami dan mendapatkan manfaat dari nilai perangkat lunak untuk proses analisis. Bahkan digitalisasi juga telah diperuntukkan untuk membantu mereka berjalan lebih efektif dan mampu bersaing dengan perusahaan besar.

Temuan ini ditunjukkan dalam sebuah studi yang baru dirilis ini oleh SAP. Analisis terhadap data dari 3.210 responden di 11 negara yang bekerja di sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan antara 10 dan 999 orang.

Dalam riset tersebut ditemukan lebih dari 39 persen dari UKM di semua wilayah setuju bahwa partisipasi aktif dalam ekonomi digital akan tumbuh penting untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam 3-5 tahun ke depan.

Wirausaha kecil menengah yang meraih pertumbuhan pertambahan sebesar 10 persen atau lebih tahun lalu mengatakan mereka berjalan dengan baik dalam menerapkan teknologi untuk menghubungkan orang, perangkat dan bisnis. Ini mewakili lebih sepertiga dari semua UKM, dan lebih dari 45 persen dari UKM dengan jumlah antara 500 dan 999 karyawan dalam survei.

Setidaknya, 50,6 persen UKM di seluruh wilayah yang disurvei menggunakan solusi perangkat lunak dalam menghadapi transformasi digital yang melanda, membuat solusi ini menjadi teknologi yang paling populer saat ini di kalangan UKM. Perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan dan analisis bisnis adalah teknologi yang kedua terbanyak digunakan oleh UKM, dengan setidaknya 38 persen dan 37 persen dari UKM di setiap daerah menggunakan teknologi mereka masing-masing.

Antara 52,5 persen dan 60,2 persen dari UKM yang disurvei mengklaim bahwa solusi teknologi baru telah memungkinkan untuk memulai atau melanjutkan merevisi alur kerja dan proses kami untuk merampingkan operasi dan meningkatkan produktivitas.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa UKM sadar akan risiko dan tantangan yang berkaitan dengan transformasi digital yang tengah berlangsung. Kekhawatiran ini umumnya terjadi di kalangan UKM di Amerika Utara, Asia Pasifik dan EMEA.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY