Wirausaha Indonesia Masih Rendah

YOUNGSTERS.id - Pengembangan wirausaha salah satu pendorong daya saing bangsa di era perdagangan bebas saat ini. Sayangnya, jumlah wirausaha di Indonesia masih relatif rendah, yakni sebesar 1,65 persen dari total jumlah penduduk.

Demikian disampaikan Anas Miftah Fauzi Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Anas hal ini dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas dan program kewirausahaan, terutama dari perguruan tinggi. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan wirausaha dari perguruan tinggi sangat penting sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

“Dalam Renstra tersebut target pendidikan di perguruan tinggi adalah mampu meluluskan mahasiswa yang menghadirkan riset. Tapi di tahun 2014-2019 lulusan perguruan tinggi harus menjadi seseorang yang mandiri dan bisa menularkan kemampuan dalam pembangunan ekonomi,” kata Anas di Sabisa Farm IPB, Bogor, baru-baru ini yang dilansir Merdeka.

Menurutnya, mahasiswa lulusan baru yang masuk ke pendidikan kewirausahaan terkendala ketidakpastian dari ketiadaan bimbingan, informasi, modal, pengalaman, serta minimnya bekal kewirausahaan.Oleh karena itu bantuan yang diberikan pemerintah, khususnya untuk IPB, sangat membantu dalam pengembangan tersebut. Anas mencatat, minat mahasiswa IPB pada pendidikan kewirausahawan meningkat mencapai 4 persen dari target pemerintah sebesar 2 persen.

“Hanya perlu didalami fakultas mana yang bisa mengembangkan kewirausahawan. Ternyata lebih ke penanganan langsung dalam praktek seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Bukan pada bidang yang menyumbangkan soft skill,” imbuhnya.

Sementara itu, Yunita Resmi Sari Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia (BI) mengatakan meski mengalami pergeseran lapangan kerja, pertanian menyumbang 30 persen dari penciptaan wirausaha di Indonesia.

“Sehingga BI mendukung penuh pengembangan program wirausaha khususnya di bidang agrobisnis. Guna menciptakan tenaga kerja yang terampil,” jelas Yunita.

 

STEVY WIDIA