UMKM Harus Bisa Manfaatkan Media Sosial

Workshop bertema Pentingnya Sosial Media Untuk UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan media sosial (medsos) untuk meningkatkan kinerja penjualan produknya.

Demikan disampaikan Agus Muharram Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.

“Jarak juga tidak menjadi hambatan untuk mengirim barang, karena sudah banyak perusahaan jasa kurir untuk mengantar barang dengan harga yang murah dan cepat sampai ke konsumen. Jangkauan pemasaran pun bisa mendunia. Tenaga kerja juga bisa dimanfaatkan dengan efektif dan efisien,” kata Agus pada acara workshop bertema Pentingnya Sosial Media Untuk UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dia, dengan memanfaatkan media sosial maka hambatan jarak, ruang dan waktu, serta harga barang, bisa tereliminir. Selain itu, UKM juga tidak lagi membutuhkan ruang yang besar untuk memajang produknya.

Oleh karena itu, Agus berharap para pelaku UMKM di Indonesia sudah mulai melangkah mempromosikan dan menjual produknya melalui media sosial agar tidak tergilas zaman.

“Media sosial hanyalah sebagai alat. Kita harus tetap memiliki pengetahuan dasar yang kuat dalam berbisnis,” kata Agus.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, ada yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha sebelum memperkenalkan produknya di dunia digital.

“Sebelum merilis produk ke pasaran, sebaiknya mengurus hak cipta dan mereknya agar tidak dijiplak pihak lain. Terutama bagi UMKM dengan produk kreatifnya”, ungkap Wayan.

Dengan itu, saat ini Kemenkop telah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan pengurusan hak cipta kepada pelaku UMKM dan tidak dipungut biaya.

Eksposur

Pada kesempatan itu CEO Young On Top Billy Boen juga mengungkapkan, ada perubahan perilaku konsumen saat ini dari era konvensional kepada era digital, dimana 84% konsumen membeli barang karena media sosial baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan Line.

“Sayang sekali bila UMKM tidak memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan produknya,” kata Billy yang juga menjadi Founder & CEO GDIlab.com.

Menurut Billy, manfaat media sosial diantaranya meningkatkan jangkauan dan eksposur (brand awareness), berinteraksi dengan follower (engagement), dan dapat memberikan berikan solusi kepada follower (selling).

“Jadi, dalam media sosial itu selling nomor tiga, setelah brand awareness dan engagement. Baru kemudian akan menciptakan apa yang dinamakan brand loyality,” pungkas Billy.

STEVY WIDIA