UGM Juara XFest Case Competition 2016

Tim UGM juara XFest Case Competition 2016. (Foto: ugm.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukir prestasi dengan menjuarai ajang XFest Case Competition 2016. Ini adalah arena yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan memunculkan ide-ide kreatif bahkan di waktu yang sangat terbatas.

Tim UGM terdiri dari Nisrina Adelia Roselenny (Akuntansi 2013), Resa Masela Khairunnisa (Akuntansi 2013), dan Rahadian Irfan Istiarto (Akuntansi 2014) . Mereka berhasil juara pada XFest Case Competition 2016 yang diadakan kerja sama BCA dan Marketeers.

“Kami merasa senang dapat menyelesaikan presentasi dengan baik dan di penghujung acara kami dinyatakan sebagai Juara I Xfest 2016 pada kateogri Case Competition,” ujar Nisrina dalam siaran pers Humas UGM baru-baru ini.

XFest 2016 dilaksanakan di dua tempat yakni di Jakarta pada 12-15 Oktober 2016 dan di Malang pada 26-28 Oktober 2016, tim UGM berhasil masuk hingga tahap final di Malang.

Nisrina mengatakan, selama tiga hari mengikuti kompetisi tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil terutama dalam berpikir kritis dan memunculkan ide-ide kreatif bahkan di waktu yang sangat terbatas. Dalam lomba tersebut mereka diminta untuk menyelesaikan dan memberikan solusi untuk produk aplikasi e-wallet BCA yakni Sakuku.

Sebelum diundang untuk mengikuti babak final di Malang, peserta XFest 2016 diminta mengirim solusi tertulis untuk produk Sakuku. Dari solusi tertulis tersebut, dipilih 10 tim terbaik untuk mengikuti babak final di Malang.

Pada hari pertama putaran final, masing-masing tim diminta untuk mempresentasikan proposal yang telah mereka ajukan sebelumnya. Setelah melaksanakan presentasi masing-masing tim akan dievaluasi dan mendapatkan masukan dari para juri. Pada hari yang sama, tim juga mendapatkan mystery case untuk dipecahkan dan dipresentasikan pada hari kedua putaran final.

“Mystery case tersebut lebih menantang dan menuntut kami untuk sangat mendetil dalam menyikapi permasalahan pada salah satu fitur dalam Sakuku,” ujar Nisrina belum lama ini.

Dari 10 tim yang lolos ke babak final, lima tim dinyatakan lolos untuk presentasi pada hari ketiga. Lima tim terpilih tersebut yakni dua tim dari UGM, tiga tim lainnya yakni dari dari Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan STIEBBANK.

Selanjutnya pada hari terakhir tersebut, lima tim mempresentasikan ide final dalam menghadapi tantangan untuk aplikasi Sakuku di masa depan. Akhirnya setelah melalui proses kompetisi yang ketat ketiga mahasiswa FEB UGM tersebut berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi tersebut.

Menanggapi prestasi tersebut, Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D., sebagai Ketua Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, merasa senang dan bangga terhadap prestasi anak didiknya. Mahfud Sholihin menambahkan, bahwa prestasi tersebut merupakan salah satu hasil dari upaya perbaikan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh Departemen Akuntansi, terutama terkait dengan softskills, khususnya berfikir kritis dan kreatif.

“Atas nama Departemen Akuntansi, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung peningkatan program sofskills tersebut hingga membuahkan prestasi dari para mahasiswa,” kata Mahfud.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY