Tingkatkan SDM, Kemnaker Gandeng Microsoft

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat bertemu Presiden Direktur Microsoft Asia Ralph Haupter.(Foto: Kemenaker/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan kerja sama dengan perusahaan Microsoft untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Kerjasama ini dalam bentuk pelatihan vokasional dan pengembangan informasi pasar kerja.

“Kerja sama dengan Microsoft ini bertujuan untuk meningkatan kualitas SDM melalui skema pelatihan kerja merupakan salah satu terobosan yang pemerintah lakukan dalam menciptakan tenaga kerja terampil,” kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam keterangan pers belum lama ini di Jakarta.

Menaker telah bertemu Presiden Direktur Microsoft Asia Ralph Haupter dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro. Menurut Hanif, telah direncanakan sebuah pilot project yang melibatkan 110 peserta. Mereka akan dilatih menggunakan modul Microsoft Certification selama beberapa bulan ke depan di Cevest Bekasi, bekerja sama dengan Plan Indonesia.

Menaker Hanif menambahkan dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, pemerintah menggandeng pihak swasta/perusahaan sehingga kedua pihak bisa saling bekerja sama dan mendapat banyak keuntungan yang bisa diambil.

Program kerja sama pelatihan yang melibatkan swasta, menurutnya akan lebih sesuai dengan kebutuhan industri/usaha setempat.

Informasi Pasar

Tak hanya itu. Kemnaker dan Microsoft juga akan bekerja sama dalam mengembangkan sistem informasi pasar kerja dan database. Microsoft akan memberikan layanan berupa sistem, yang membantu dalam hal integrasi data, pengelolaan data, serta identifikasi data.

“Informasi pasar kerja menjadi hal yang sangat vital dalam mencapai target penempatan tenaga kerja dua juta per tahunnya. Kami sangat mengapresiasi kerja sama Microsoft dalam mendukung pengembangan sistem sekaligus integrasi sistem yang sudah ada saat ini,”kata Hanif.

Kedepannya, Kemnaker juga berencana untuk membuat sebuah Innovation Centre atau tempat bagi anak-anak muda untuk dapat melakukan inovasi. Dalam hal ini Microsoft akan memberikan bantuan teknis untuk Kemenaker dalam proses pendiriannya.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan profil angkatan kerja nasional yang berjumlah 128 juta masih didominasi (62%) oleh lulusan SD-SMP. Sehingga, investasi swasta masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Keterlibatan swasta, lanjutnya, sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini.

“Kita diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Syaratnya, kita harus punya 113 jutaan tenaga kerja trampil, sementara posisi hari ini baru sekitar 55 jutaan yang tersedia. Jadi, kita perlu cetak 4 jutaan tenaga kerja trampil setiap tahun sampai dengan 2030. Itu kerja besar dan karenanya keterlibatan swasta sangat penting,” kata Hanif.

Hanif berharap, skills yang diperoleh dari pelatihan vokasional dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply