Tingkatkan Daya Saing SDM Pariwisata, Kemenpar Gandeng Hildiktipari

Kemenpar menggelar Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata untuk meningkatkan daya saing SDM pariwisata (Foto: Kemenpar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia di Hotel Golden Tulip Bay View Ungasan, Bali. Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing SDM pariwisata Indonesia.

Menurut Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK), Kemenpar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata. Tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan memfasilitasi kegiatan sertifikasi  bagi  35.000 tenaga kerja  sektor pariwisata.  “Angka ini mengalami kenaikan 100% dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja,” kata Ahman, dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Kemenpar juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk  17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang pada tahun 2019 mentargetkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan  pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai  kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing,” jelas Ahman.

Pada tahun 2015, daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN  masih berada di ranking 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan di tingkat dunia berada di rangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura di ranking 3 dan Filipina di ranking 42 dunia.

“SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial. Tiga hal  ini menjadi  fokus perhatian,” kata  Ahman.

Pemerintah telah menetapkan  sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus, serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia, yang berlangsung 3-5 Agustus 2016 ini diikuti 400 peserta dari perwakilan Perguruan Tinggi Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pengembangan SDM meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar MRA ASEAN.

 

HENNI T. SOELAEMAN