Tim Spektronics ITS Berlaga di Australia

Tim Spektronics ITS Berlaga di kompetisi e-car, Chemeca Adeleide University Australia. (Foto: dok.its/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengirimkan Tim Spektronics ITS untuk berlaga di ajang Chemeca yang diselenggarakan oleh Adelaide University, Australia, pada 25-28 September mendatang. Tim Spektronics ini merupakan tim chem-e-car pertama di Indonesia.

Manajer Tim Spektronics, Abdul Karim Amarullah, menjelaskan bahwa Chemeca merupakan salah satu kompetisi yang menantang pesertanya untuk merancang prototipe mobil berbahan bakar reaksi kimia. Dalam kompetisi tersebut, kecepatan dan daya tempuh bahan bakar tidak menjadi penilaian utama.

“Mereka menguji bagaimana kami mengontrol reaksi kimia untuk menempuh jarak tertentu dengan beban mobil tertentu pula,” ujar Abdul dalam siaran pers yang dilansir ITS baru-baru ini.

Untuk kompetisi tersebut Tim Spektronics akan mengikutsertakan dua mobil di ajang tersebut. Yakni mobil Spektronics 11 dan Spektronics 12. Mereka berharap bisa unggul dengan kedua mobil yang diikutsertakan dalam lomba tersebut. Abdul menegaskan bahwa keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda.

Spektronics 11 unggul dengan mengusung konsep bahan bakar alumunium air battery yang menggunakan mekanisme stopping hidrogen peroksida dengan katalis besi (III) klorida.

“Keunggulannya karena bahan bakarnya oksigen, sehingga tidak perlu repot mencari karena tersedia di alam. Selain itu, reaksinya tergolong sangat stabil dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi,” jelasnya.

Lain halnya dengan Spektronics 12, yang menggunakan konsep bahan bakar hidrogen peroksida yang reaksinya akan menghasilkan gas bertekanan tinggi. Gas tersebut yang akan mendorong piston dan menggerakkan mobil.

“Yang menarik adalah karena hasil reaksi Spektronics 12 sangat ramah lingkungan,” tambah Abdul.

Tim tersebut terdiri dari mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Desain Produk. Abdul yakin timnya mampu menghadapi kesulitan berupa perbedaan kondisi selama di Indonesia dan Adelaide nanti. Sebab, kata dia, kondisi suhu, kelembaban, maupun lintasan yang berbeda akan berpengaruh pada reaksi kimia yang telah mereka rancang selama satu tahun persiapan tersebut.

“Guna mengantisipasinya, sebelum lomba, kami akan melakukan kalibrasi dan running test terlebih dahulu di Adelaide untuk menyesuaikan dengan reaksi yang kami buat,” tutur Abdul.

Tim Spektronics ITS telah berpartisipasi dalam kompetisi mobil chem-e-car ini sejak tahun 2010 lalu. Hingga saat ini, tim Spektronics ITS masih eksis dalam berkarya dan telah melahirkan total 12 mobil chem-e-car. Tiap tahun, mobil yang harus diikutsertakan dalam lomba harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY