Telkomsel Tantang Anak Muda Ciptakan Aplikasi Smart City

Telkomsel Tantang Anak Muda Ciptakan Aplikasi Smart City (Foto: Telkomsel/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Rangkaian Roadshow Next Dev 2016 menyambangi Kota Medan. Menariknya, event kali ini dihadiri sekitar 580 peserta dari berbagai kampus yang ada di Medan. Jumlah ini tercatat sebagai peserta terbanyak hingga perjalanan di kota ke 11 program ini secara Nasional.

Mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, ajang kompetisi bagi para pengembang aplikasi seluler muda ini digelar di Aula Farmasi Universitas Sumatera Utara, pada Jum”™at 19 Agustu 2016. Turut hadir pada cara ini Wakil Walikota Medan Ir Ahyar Nasution dan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung Sitepu SH Mhum.

The NextDev 2016 menantang kawula muda untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan.

“Sebagai operator seluler terdepan di Tanah Air, kami memiliki tanggungjawab untuk memajukan Indonesia melalui teknologi informasi dan komunikasi. Salah satunya dengan mewadahi potensi generasi muda yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna untuk berkreasi menghasilkan aplikasi seluler yang mampu mengatasi masalah di masyarakat. The NextDev hadir untuk mendorong kontribusi positif generasi muda, di mana aplikasi seluler yang dihasilkan akan mempermudah aktivitas seluruh elemen masyarakat,” kata Erwin Tanjung, Vice President Sales & Marketing Area Sumatera Telkomsel, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Erwin, The NextDev 2016 tetap berfokus pada pengembangan Smart City, tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas, yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi untuk melahirkan solusi yang memberikan dampak sosial yang positif, sehingga penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia dapat dipercepat,” jelas Erwin. “Kami akan memberi acknowledgement khusus untuk memotivasi pengembangan aplikasi di pedesaan. Kami memandang bahwa masalah perkotaan memiliki keterkaitan yang erat dengan masalah pedesaan. Kami merasa konsep Smart City sebaiknya juga mampu mengakomodasi masalah di pedesaan untuk menciptakan dampak yang lebih holistik bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Manager Branch Telkomsel Aceh - Denny Hermanto (kanan) saat menyerahkan cendramata kepada Walikota Banda Aceh - Illiza Sa”™aduddin Djamal (tengah), pada acara The NextDev 2016 di aula SMU Labschool Unsyiah, Banda Aceh (Foto: Telkomsel/Youngsters.id)
Manager Branch Telkomsel Aceh – Denny Hermanto (kanan) saat menyerahkan cendramata kepada Walikota Banda Aceh – Illiza Sa”™aduddin Djamal (tengah), pada acara The NextDev 2016 di aula SMU Labschool Unsyiah, Banda Aceh (Foto: Telkomsel/Youngsters.id)

Roadshow The NextDev di Aceh

Sebelumnya, Telkomsel menggelar roadshow The NextDev 2016 di SMA Labschool Unsyiah Banda Aceh, pada Selasa (16/8/2016).

Acara roadshow di Banda Aceh itu diikuti oleh ratusan siswa, mahasiswa, dan berbagai komunitas yang ada di kota Banda Aceh. Termasuk Walikota Banda Aceh, Illiza Sa`aduddin Djamal, yang menjadi pembicara dalam acara “Roadshow Sosialisasi The Nextdev 2016 Digital Creative Indonesia Competition”.

“Melalui roadshow The NextDev 2016, kami ingin bertatap muka dengan para generasi muda Indonesia dan mengajak mereka semua untuk turut berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi untuk melahirkan solusi yang memberikan dampak sosial yang positif melalui ajang kompetisi The NextDev 2016. Dengan tingginya partisipasi dari mereka, akan terjaring lebih banyak lagi ide-ide kreatif dan solutif yang dapat mempercepatpenerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia,” kata General Manager Youth and Community Area Sumatera Telkomsel, Jackson Sihombing, Selasa (16/8/2016).

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan, di Kota Banda Aceh sendiri  komitmen dan keyakinan akan pentingnya penerapan teknologi informasi (TI) sebagai faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat kota telah dimulai dari 2007.

Sejak saat itu, cita-cita untuk menjadikan Banda Aceh sebagai Cyber City dengan giat diupayakan mulai dengan penyusunan Cyber City Masterplan, Pembentukan Tim CyberKota Banda Aceh, hingga penyediaan lingkungan ramah IT di setiap Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) yang kemudian mendorong perwujudan e-government di Kota Banda Aceh.

“Smart City kemudian menjadi bagian tidak terpisahkan dari target pencapaian dan pembangunan di Kota Banda aceh. Konsep Smart Government, Smart Economy, Smart Education, Smart Health dan Smart Information, kemudian menjadi turunan konsep pembangunan kota cerdas yang ingin diterapkan Banda Aceh untuk mencapai suatu pembangunan yang berkelanjutan,” ungkap Illiza, seperti dikutip dari MediaAceh.

Hasilnya, klaim Illiza, hingga tahun 2016 ini Banda Aceh berhasil mengembangkan 74 aplikasi berbasis e-government dengan menargetkan 23 aplikasi lainnya akan selesai dikembangkan pada tahun 2017 yang akan datang, belum lagi berbagai kerjasama di bidang TIK dengan berbagai instansi seperti Markplus dan Telkomsel, maupun lembaga pengembang TIK lainnya seperti BPPT, Detiknas, Open Data Labs, dan berbagai komunitas lainnya telah menghasilkan berbagai program berbasis TIK.

“Di bidang SMART Government misalnya, Banda Aceh dikenal dengan system E-Kinerjanya. Yang terbukti dapat mengukur tingkat performa setiap aparatur berbasis output. Aplikasi ini telah diadopsi oleh banyak instansi maupun kabupaten kota lainnya dan menjadi model bagi pengukuran kinerja pegawai,” klaim Illiza.

 

The NextDev Ingin Bangun Ekosistem Pengembangan Digital

Melalui The NextDev, Telkomsel berupaya membangun ekosistem pengembangan digital Indonesia yang berkesinambungan yang ditentukan oleh Smart Innovation, Smart Community, dan Smart Solution.

Sebagai Smart Innovation, The NextDev akan memberikan dampak positif dengan pemecahan masalah di Indonesia secara kreatif. Sebagai Smart Community, The NextDev akan menjadi roda penggerak masyarakat Indonesia dalam melakukan inovasi di bidang teknologi aplikasi.

Sebagai Smart Solution, The NextDev akan menghasilkan teknologi aplikasi yang mampu menyelesaikan masalah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

Adapun empat pilar utama yang mendorong percepatan terciptanya konsep penataan Smart City adalah Smart Economy, Smart Governance, Smart Environment, dan Smart Living. Smart Economy akan mendorong roda perekonomian kota secara berkesinambungan.

Smart Governance akan mempermudah pengelolaan kota yang terintegrasi dan saling bersinergi. Smart Environment akan menciptakan lingkungan kota yang bersih dan asri. Sementera Smart Living akan menyediakan kemudahan dan kenyamanan hidup di kota.

Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat sembilan sub tema yang memiliki fokus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi. Kesembilan sub tema yang bisa dipilih oleh peserta adalah agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintahan, energi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Persyaratan untuk bisa mengikuti kompetisi The NextDev tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 hingga 30 tahun. Peserta dapat mendaftar secara individu atau tim (maksimal tiga orang). Mekanisme pendaftaran lebih lanjut akan diinformasikan melalui situs thenextdev.id.

The NextDev mengajak kawula muda untuk mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang Smart City dan menjadi bagian dari program untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Di akhir kompetisi, sebanyak 20 tim akan terpilih menjadi finalis.

Ada sisi prestisius karena karya mereka ini akan bermanfaat bagi orang banyak, di samping mendapatkan berbagai hadiah yang menarik. Mereka akan mendapatkan pelatihan, publisitas, dan akses pasar. Tiga tim terbaik juga akan mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai selain kesempatan melakukan study visit ke pelaku industri telekomunikasi besar di luar negeri.

Pada tahun 2015, The NextDev telah berhasil menarik minat generasi muda Indonesia hingga terkumpul 507 ide (363 tim dan 144 individu) melalui sosialiasi di 10 kota. Ratusan ide tersebut telah diseleksi menjadi 20 tim dengan ide aplikasi yang dianggap paling sesuai dengan visi Smart City Indonesia.

20 tim tersebut telah diberikan edukasi, pelatihan, serta dipertemukan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintahan dan investor dengan tujuan mengangkat ide aplikasi mereka sehingga menjadi solusi Indonesia yang sesungguhnya.

 

FAHRUL ANWAR, RADEN DIBI IRNAWAN & STEVY WIDIA