Tech In Asia Jakarta 2016, Bukti Suburnya Ekosistem Startup di Indonesia

David Corbin, Director of Content Strategy, Tech in Asia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Gelaran konferensi teknologi Tech in Asia Jakarta 2016 berakhir dengan rekor baru untuk jumlah pengunjung. Kesuksesan Tech in Asia 2016 juga membuktikan tumbuh suburnya ekosistem startup di Indonesia dan kian menguatnya posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang dominan di wilayah Asia Tenggara.

“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Tech in Asia 2016 sangat membanggakan kami. Pengunjung di tahun ini tidak saja memadati setiap sesi yang diselenggarakan di panggung utama, namun mereka juga memadati setiap diskusi khusus bersama para pakar yang diselenggarakan di panggung-panggung pendukung. Ini menunjukkan bernilainya informasi-informasi aktual yang tersaji serta mengindikasikan semakin meningkatnya kebutuhan pengunjung terhadap wawasan-wawasan baru dan strategis yang berguna untuk mendukung aspirasinya di dunia startup atau usaha digital,” ungkap David Corbin, Director of Content Strategy, Tech in Asia pada Kamis (17/11/2016) di Balai Kartini Jakarta.

Konferensi ini dinilai memiliki peran strategis di tengah semangat pemerintah menggalakkan penguatan ekonomi digital. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung yang mencapai 5.500 orang, terdiri dari pelaku startup, investor, pengembang, pelajar/mahasiswa, media maupun khalayak umum. Jumlah pengunjung ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun lalu yang tercatat sebanyak 4.207 pengunjung.

“Kesuksesan Tech in Asia 2016 juga membuktikan tumbuh suburnya ekosistem startup di Indonesia dan kian menguatnya posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang dominan di wilayah Asia Tenggara. Kebijakan Pemerintah Indonesia yang sangat akomodatif terhadap pertumbuhan industri e-Commerce dan upayanya menjadi Kekuatan Utama Digital Asia di tahun 2020 juga telah menciptakan atmosfer kondusif yang secara nyata telah mendorong munculnya startup-startup baru yang siap menjadi aktor utama perekonomian digital Indonesia di masa depan,” kata David lagi.

Di ujung perhelatan juga diumumkan terpilihnya Startup asal Filipina, Horsepower sebagai pemenang di kompetisi Arena, sebuah kompetisi pitching di hadapan para investor. Horsepower berhasil merebut perhatian para juri dan tampil sebagai pemenang setelah menyisihkan 5 finalis lainnya, Infostellar asal Jepang dan VeNA asal Singapura yang keluar sebagai juara kedua dan ketiga. Tiga startup lain, QueQ asal Thailand, serta dua startup asal Indonesia, Sevva dan Kostoom harus puas sebagai finalis.

Perhelatan teknologi paling akbar di Asia, Tech in Asia Conference berikutnya akan diadakan kembali di negara asalnya, Singapura pada bulan Mei 2017 berlokasi di Suntec City Convention Center.

 

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY