Taspen-Telkom Terbitkan Kartu Pintar Bagi PNS

Kartu pintar ini jadi alat pembayaran bagi 6,8 juta peserta Taspen baik pensiunan maupun PNS aktif. (Foto: Birokrasinews/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - PT Taspen (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan solusi kartu pintar (smart-card). Kartu ini berfungsi sebagai alat pembayaran bagi 6,8 juta peserta Taspen baik pensiunan maupun PNS aktif.

Penandatangan nota kesepakatan (MoU) kerja sama dilakukan antara Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro dan Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga pada Jumat (9/9/2016) di Jakarta. MoU ini disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno, di Kantor Kementerian BUMN.

Layanan Taspen sesungguhnya sudah serba digital seperti Taspen Service Point, SMS Notification, Taspen Mobile Application for Smartphone, Aplikasi SIMGAJI, dan Aplikasi Web-Based Services (e-klim, e-SPTB, e-SPT, dan Estimasi Klim). Dan dengan smart card layanan kepada pensiunan bisa lebih mudah dan lebih cepat. Mulai dari Pengambilan uang pensiun hingga klaim.

“Kartu pintar tersebut berisi data base peserta, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengeluarkan berbagai kartu identitas karena semua sudah dimasukkan berbasis teknologi biometrik,” kata Iqbal Latanro.

Menurut dia, kerja sama dengan Telkom ini bagian dari sinergi BUMN yang selalu dicanangkan Kementerian BUMN bagi seluruh perusahaan milik negara. Dengan begitu, pelayanan kepada pensiunan akan lebih ditingkatkan dan dalam waktu satu tahun ke depan, sehingga semua peserta Taspen sudah menggunakan smart card berbasis teknologi biometrik.

Saat ini, pihaknya masih memproses persiapan IT dan mekanisme yang diperlukan untuk penerbitan kartu tersebut.

Sementara itu, Director of Planning and IT Taspen Faisal Rachman menerangkan, melalui smart card, peserta Taspen tidak hanya bisa melakukan klaim atas pensiunannya. Tetapi juga akan dikembangkan penggunaanya untuk berbagai transaksi keuangan.

“Fungsi kartunya bisa seperti e-money, atau ATM, bisa untuk beli tiket kereta, pesawat, MRT (Mass Rapid Transit). Tapi, mekanismenya seperti apa masih dibahas. Harapannya, setelah MoU ini, 3 bulan ke depan, sudah bisa launching tahap pertama,” kata Faisal.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY