Startup Pertanian iGrow Raih Investasi

Andreas Sanjaya mengembangkan iGrow untuk mengatasi kemiskinan petani (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Perusahaan rintisan iGrow yang bergerak di bidang pertanian organik mengumumkan telah mendapatkan pendanaan dari dua pemodal ventura, yaitu East Ventures dan 500 Startups. Selain Indonesia, iGrow juga berencana ekspansi ke negara lain.

Investasi ini diharapkan bisa mempercepat misi iGrow untuk menanam pertanian organik dan mengembangkan bisnis di masa depan.

CEO iGrow Andreas Sanjaya mengatakan, pihaknya saat ini sedang bertani di lahan lebih dari 1.000 hektar. “Seiring dengan ekspansi lokal, kami juga menjajaki untuk membuka peternakan dan pasar di negara-negara lain sekitar pada akhir tahun ini,” kata Andreas baru-baru ini. Namun ia tidak menyebutkan berapa besaran modal yang diperoleh iGrow.

Hanya saja iGrow akan ekspansi ke Turki dan Jepang. Di Turki, pihaknya sudah mendapat rekanan dan berencana untuk menanam buah zaitun. Sedang untuk Jepang iGrow sedang diskusi dengan pihak lokal di sana.

“Model ini secara komprehensif memungkinkan lahan yang tidak dimanfaatkan untuk ditanami dengan tanaman organik, dan dalam waktu yang sama memberdayakan petani untuk meningkatkan pendapatan mereka,” jelas Andreas.

iGrow selama sering digambarkan sebagai “Farmville dalam kehidupan nyata.” Startup ini didirikan oleh Muhaimin Iqbal, Andreas Senjaya, dan Jim Oklahoma, dan kini memiliki kurang lebih 10 anggota dalam tim.

Layanan mereka memungkinkan setiap pengguna untuk bertani tanpa harus memiliki lahan dan kemampuan bercocok tanam. Dengan fitur di layanan mereka, pengguna dimungkinkan untuk memilih tanaman dan lahan yang bisa dijadikan investasi, mulai dari kurma hingga durian.

Bisnis iGrow menghubungkan para pengguna dalam hal ini yang memberi dana, dengan petani, pemilik lahan, dan pembeli hasil pertanian.

Bagi pengguna, mereka dapat mendaftarkan diri di iGro, kemudian memilih benih dan lahan, kemudian menginvestasikan sejumlah uang untuk proses pertanian.

Perusahaan percaya pertanian organik bisa menekan dampak lingkungan ketimbang pertanian konvensional. Pasar global untuk makanan dan minuman organik pun terus tumbuh lima kali lipat pada rentang 1999 sampai 2014, menurut Research Institute of Organic Agriculture, dan diprediksi akan makin besar.

Sebelum meraih investasi terbaru kali ini, iGrow telah mendapatkan investasi dari 500 Startups dan mengikuti sejumlah program akselerasi.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY