Startup Ini Siap Bantu UKM di Indonesia

Founder Shopmatic, startup asal Singapura yang fokus ke UKM. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Sejumlah startup menyediakan platform software-as-a-service (SaaS) yang bisa memudahkan para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk bertrasaksi online.

Shopmatic, startup asal Singapura menetapkan untuk mengembangkan usaha yang ditujukan untuk UKM. Startup ini membuatkan situs bagi UKM, lengkap dengan fasilitas pembayaran dan logistik. Selain itu, layanan mereka pun bisa membantu kamu dalam menampilkan produk di berbagai e-commerce, hingga menambahkan tombol “Beli” di akun media sosial.

Anurag Avula CEO Shopmatic mengatakan, keunggulan utama dari Shopmatic adalah kemudahan pengoperasian produk mereka. “Hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk membuat toko online di platform kami. Semua layanan tersebut bisa kamu dapatkan dengan membayar biaya bulanan sekitar US$38 (sekitar Rp506.000),” ungkap Avulan dalam keterangan resmi baru-baru ini.

Sebelumnya Shopmatic mengumumkan, mereka telah mendapatkan pendanaan Pra Seri A senilai US$5,7 juta (sekitar Rp76 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh ACP dan Spring, yang merupakan bagian dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Saat ini, Shopmatic mengaku telah mempunyai sekitar 75.000 pelanggan serta telah hadir di India, Singapura, dan Hong Kong. Dengan meraih dana segar tersebut, mereka pun siap untuk hadir di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan beberapa negara Timur Tengah.

Selain itu, Shopmatic juga meluncurkan versi mobile dari produk mereka yang bernama Shopmatic Go. Sebanyak 66 persen dari pengguna mereka telah memanfaatkan layanan tersebut.

Startup yang serupa dengan Shopmatic, adalah SIRCLO. Sejauh ini, harga untuk berlangganan bulanan yang mereka tetapkan lebih murah dibanding Shopmatic, yaitu mulai dari Rp259.000.

Pada awal bulan Juni 2017, SIRCLO menyatakan kalau mereka telah membantu lebih dari sepuluh ribu penggunanya dalam menjalankan transaksi senilai US$6 juta (sekitar Rp79 miliar) dalam waktu setahun terakhir. Mereka pun merupakan salah satu startup tanah air yang terpilih untuk mengikuti gelombang keempat dari program akselerator Google Launchpad.

STEVY WIDIA