Startup Indonesia Punya Potensi Besar Untuk Tumbuh

Wakil Kepala BEKRAF, Ricky Pesik, pada pembukaan Echelon 2016. (foto : Stevy Widia/Youngsters.ID)

YOUNGSTERS.id - Startup dan industri kreatif di Indonesia punya potensi untuk tumbuh dan berkembang. Untuk itu diperlukan ekonsistem yang mendukung perkembangan industry kreatif dan inovasi.

Demikian disampaikan Wakil Kepala BEKRAF, Ricky Pesik, pada konferensi teknologi Echelon 2016, yang resmi digelar hari ini, Selasa (5/4/16), di Balai Kartini, Kartini.

“Startup berawal dari ide. Dan umumnya ide dicetuskan oleh anak-anak muda. Sementara populasi Indonesia didominasi oleh usia muda. Jadi Indonesia punya potensi besar untuk menjadi negara dengan pertumbuhan startup yang pesat, dan matang dalam lima tahun mendatang. Dan Bekraf mendorong pertumbuhan startup di Indonesia dengan membantu menghadirkan ekosistem yang mendukung perkembangan inovasi,” ungkap Ricky.

Karena itu melalui konferensi Echelon Indonesia 2016, BEKRAF berharap dapat menerima masukan terkait dengan keinginan, kebutuhan dan kondisi ranah startup, korporasi, dan UKM di Indonesia, terutama yang bersinggungan langsung dengan industri kreatif.

Lewat kegiatan seperti ini BEKRAF juga dapat dapat memperoleh masukan untuk diteruskan kepada Presiden terkait regulasi yang perlu diciptakan dan perlu dihapus untuk melindungi industri digital. Bahkan saat ini, Ricky mengaku BEKRAF tengah mendiskusikan peraturan dan undang-undang yang dinilai berpotensi menghambat, serta peraturan yang dinilai akan mendukung kreatifitas dan inovasi tersebut.

“Dengan mendukung Echelon Indonesia 2016, BEKRAF berharap dapat mendengarkan pendapat dan kebutuhan pada pelaku startup. Semoga acara ini dapat menjadi wadah untuk mempertemukan para pelaku startup dan UKM sehingga dapat saling mendukung satu sama lain,” ucap Ricky lagi.

Dia menyebutkan bahwa ekonomi kreatif di era e-commerce merupakan salah satu penyumbang terbesar ekonomi nasional. Hingga tahun 2019, sektor ini ditargetkan berkontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) nasional sebesar 12 persen, menyerap hingga 13 juta tenaga kerja, serta berkontribusi ekspor sebesar 10 persen.

Echelon Indonesia 2016 tahun ini mengusung tema ‘Empowering through Innovation. Tema ini disebut sesuai dengan visi Echelon untuk memberdayakan startup, korporasi dan UKM.

Menurut Thaddeus Koh, Co-Founder & COO e27.co selaku penyelenggara, Echelon Indonesia 2016 merupakan wadah untuk mempertemukan startup, korporasi dan UKM, sehingga mereka dapat saling berbagi pengetahuan serta berdiskusi  terkait perkembangan teknologi.

“Konferensi ini juga diharapkan dapat mendorong seluruh pihak terkait untuk dapat bersinergi dan mendorong bisnis berbasis teknologi agar semakin maju dan lebih terstruktur. Secara khusus kami menyoroti e-Commerce dan FinTech sebagai industry yang berkembang pesat di Indonesia,” ungkapnya.

Sejumlah pembicara ternama turut dihadirkan, antara lain Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kamadibrata, Direktur Lippo Group John Riady, CEO MatahariMall.com Hadi Wenas, dan Executive Director Skystar Ventures Geraldine Oetama.

 

ANGGIE ADJIE/ STEVY WIDIA