Social Entrepreneur India Jajaki Bisnis Edukasi di Jakarta

Pramodh Rai Founder Jugnu (kiri) ingin menjajaki bisnis pendidikan di Jakarta. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Wirausaha sosial asal India bernama Jugnuu mulai menjajaki bisnis edukasi di Jakarta. Jugnuu khusus mengembangkan aplikasi ponsel untuk belajar bahasa Inggris bagi murid-murid dari keluarga kurang mampu.

Pramodh Rai Pendiri Jugnuu mengatakan akan mengembangkan usaha aplikasi ponsel gratis untuk belajar bahasa Inggris ini ke Indonesia, khususnya Jakarta. Meski demikian dirinya belum dapat mengatakan kapan tepatnya kerja sama bisnis edukasi tersebut akan mulai berjalan.

“Saya baru dari Jakarta. Saya sudah datangi dua sekolah di sana, sekarang kita baru tahap penjajakan apakah aplikasi ini bisa dimanfaatkan di sana,” kata Pramodh dilansir Antara akhir pekan lalu.

Pramodh bersama beberapa rekannya pada awalnya mengembangkan aplikasi ponsel ini untuk membuat murid sekolah dasar yang berasal dari keluarga kurang mampu di India pandai berbicara dan menulis bahasa Inggris.

Jugnuu yang artinya kunang-kunang menjadi solusi yang akan memberikan biaya rendah untuk edukasi terutama bagi murid sekolah dasar dari keluarga berpenghasilan rendah. Karena aplikasi ini justru didesain untuk membuat murid belajar bahasa Inggris melalui audio.

Cara kerja aplikasi ini sebenarnya, menurut Pramodh, tidak diunduh layaknya aplikasi ponsel yang lain. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara “off line” karena tidak membutuhkan jaringan internet, namun hanya jaringan telepon saja.

Murid-murid pun, lanjutnya, tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar telepon karena sebenarnya mereka yang akan menerima telepon selama hingga 15 menit sebanyak tiga kali seminggu untuk menerima pelajaran bahasa inggris secara audio.

“Murid-murid di India mengikuti pelatihan kami saat musim panas selama sekitar enam minggu. Mereka lantas akan mendapatkan nomor pin yang nantinya akan menentukan kapan mereka akan ditelepon untuk mendapat pelajaran bahasa Inggris,” ujar Pramodh.

Tingkat keberhasilan masing-masing murid akan berbeda, ada yang dalam waktu tiga kali telepon menunjukkan progres yang pesat namun ada yang butuh hingga enam kali telepon untuk menjadi lebih baik, katanya. Dari hal tersebut dapat diketahui pula tingkat keberhasilan aplikasi, sekaligus dapat menjadi bahan evaluasi.

Sebagai wirausaha sosial baru, Jugnuu, menurut dia, cukup berjalan baik karena sudah mampu menjangkau 600 murid dari keluarga kurang mampu di India.

Harapannya dari jumlah tersebut yang menggunakan aplikasi ini dapat menyebar lebih luas lagi, termasuk untuk membantu anak-anak di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY