Raih Suntikan Dana seri F, Grab Fokus ke Indonesia

Pameran GrabCar. (foto dok.Grab/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Grab baru-baru ini mendapatkan suntikan dana investasi senilai USD750 juta atau sekitar Rp9,8 triliun. Karena itulah, Grab membuat beberapa prioritas khususnya untuk Indonesia.

CEO Grab, Anthony Tan mengatakan dia percaya industri transportasi berbasis aplikasi di Indonesia mencapai US$ 15 miliar per tahun. “Grab telah tumbuh dengan cepat dalam satu tahun terakhir. Pendanaan kali ini menunjukkan kepercayaan dan optimisme investor akan potensi jangka panjang Grab di pasar Asia Tenggara,” kata Tan dalam siaran pers baru-baru ini.

Grab tidak hanya berusaha untuk menyediakan berbagai layanan jasa, mereka juga ingin meluaskan ekosistem mereka ke sistem pembayaran. Di bulan Juli lalu, Grab mengumumkan rencana mereka untuk membuat sistem pembayaran dalam aplikasi mereka, GrabPay, dapat digunakan oleh layanan jasa pihak ketiga. Pendanaan ini akan digunakan untuk merealisasikan rencana itu.

Pada awalnya, Grab akan fokus di Indonesia untuk GrabPay. Sebelumnya mereka telah bekerja sama dengan Bank Mandiri. Namun, Grab juga akan menyediakan layanan itu di negara-negara tempatnya beroperasi.

Fokus lain dari Grab adalah pada teknologi. Grab memiliki pusat R&D di Singapura, Beijing dan Seattle. Salah satu prioritas mereka saat ini adalah untuk memperbaiki algoritma mereka untuk membuat para pengemudi menjadi lebih efisien, mengembangkan teknologi dan data pemetaan dan teknologi prediksi permintaan dan penargetan pengguna.

Suntikan dana ini kabarnya datang dari Softbank . Tetapi menurut laman TechCrunch, kemungkinan besar, penyedia layanan yang sama di Tiongkok, Didi Chuxing, merupakan pihak kedua yang ikut pendanaan seri F ini. Masuknya dana investasi ini membuat Grab, kini mempunyai nilai valuasi US$ 3 miliar (Rp39,5 triliun). Sebelumnya, nilai valuasi Grab telah mencapai US$ 2,3 miliar (Rp30,2 triliun).

Grab beroperasi di 6 negara di Asia Tenggara. Pendanaan terakhir yang didapat oleh Grab adalah pada bulan Agustus tahun lalu, senilai US$ 350 juta (Rp4,6 triliun). Pihak Grab mengklaim sekarang ini mereka telah memiliki 400 ribu pengemudi. Sementara aplikasinya telah diunduh sebanyak 21 juta kali. Dalam sebuah pernyataan resmi, Grab mengatakan bahwa mereka mendapatkan permintaan berkendara sebanyak 1,5 juta per hari.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply