Proyek Palapa Ring Untuk Atasi Kesenjangan

Menkominfo memaparkan proyek Palapa Ring (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pemerintah kembali menegaskan proyek Palapa Ring dibangun pemerintah untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Tanah Air.

“Kalau yang bangun Indonesia semuanya itu berasal dari operetor telekomunikasi, berarti Palapa Ring ngak dibangun dong. Artinya, ada daerah yang semua operator tidak akan bangun. Jadi, yang di-cover Palapa Ring adalah daerah yang operator tidak mau membangunnya,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara Senin (29/8/2016) di Jakarta.

Dia melanjutkan, selama ini, operator telekomunikasi di Indonesia hanya cenderung mau membangun jaringan telekomunikasi di daerah-daerah yang memiliki nilai profibilitas tinggi, terutama di kota-kota besar dan berkembang. Jika membangun di daerah-daerah yang terpencil, operator tak mau melakukannya karena akan mengalami kerugian.

“Nih, ada operator, satu, dua, tiga, empat, lima, eh mau bangun gak di daerah ini. Daerah ini, daerah ‘gemuk’, saya mau bangun. Kalau daerah situ, ah jauh pak, saya gak balik modal. Yah udah, mana daftarnya? Nah, yang tidak dibangun operator itu, dibangun dengan Palapa Ring,” ujarnya.

Rudiantara mengungkapkan, tugas pemerintah adalah membangun seluruh Indonesia, termasuk akses jaringan telekomunikasi. Pada 2019, semua wilayah di Tanah Air yang tak dijangkau operator ditargetkan sudah di-cover oleh jaringan Palapa Ring. “Yah, itu tugas kita,” jelas dia.

Pembangunan proyek Palapa Ring, yang terdiri atas tiga paket, yaitu Barat, Tengah, dan Timur.
Palapa Ring yang proyek merupakan pembangunan kabel pita lebar, diadakan juga karena tidak semua operator telekomunikasi bersedia membangun di daerah-daerah yang tidak memiliki tingkat profitabilitas. Karena itu, kehadiran proyek Palapa Ring menjadi jawaban atas ketidaksediaan operator telekomunikasi dalam membangun jaringan telekomunikasi di wilayah-wilayah terpencil dan jauh.

STEVY WIDIA