Produk UMKM Incar Masuk Ali Express

Sarang burung walet produk yang diminati di Inamall. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Setelah Inamall pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan ekspor dengan memasarkan produk-produk khas dari Indonesia ke pasar Tiongkok. Bahkan diharapkan produk UMKM Indonesia dapat menembus Ali Express, platform yang sama dari Alibaba untuk pasar internasional.

Kementrian Perdagangan (Kemendag) ingin dapat memperluas kerja sama dan merambah ke produk-produk UMKM yang bisa dipasarkan ke Tiongkok. “Pertama, produk-produk Indonesia menembus pasar RRT melalui Tmall. Selanjutnya, diharapkan dapat menembus juga juga ke Ali Express, platform yang sama dari Alibaba untuk pasar internasional,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dilansir dari laman resmi Kemendag belum lama ini.

Dia mengaku puas dengan kerjasamanya bersama Alibaba Group yang bisa meningkatkan penjualan produk lokal di Tiongkok.

“Kita dan Alibaba memiliki visi yang sama mengenai perlunya dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan akses terhadap teknologi agar dapat berkembang lebih baik,” kata Mendag.

Sebelumnya, Kemendag bekerja sama dengan Alibaba dengan meluncurkan Inamall sebagai portal dagang business-to-consumer (B2C) di bawah platform Tmall Global. Melalui Inamall, pemerintah Indonesia mencoba meningkatkan ekspor dengan memasarkan produk-produk khas dari Indonesia ke pasar RRT. Sebagian besar produk Indonesia yang telah masuk ke Inamall berupa fast moving consumer goods (FMCG) seperti mi instan, kopi, kripik udang, minyak angin FreshCare, kopi luwak, minuman penambah stamina, dan beberapa produk lainnya.

Dalam laporan terbaru dari Frost & Sullivan, pendapatan eCommerce di Asia Tenggara kemungkinkan akan mencapai lebih dari US$ 25 miliar pada 2020, atau setara Rp 32 Triliun.

Angka ini melejit dari tahun 2015 sebesar US$ 11 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Pada 2015, Malaysia dan Thailand tercatat sebagai pasar eCommerce terbesar di Asia Tenggara, dengan menghasilkan pendapatan maisng –masing sebesar US$ 2.3 miliar dan US$ 2.1 miliar.

Frost & Sullivan memprediksi kedua pasar itu akan dikalahkan oleh negara-negara berkembang di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Indonesia.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply