Ponsel Android Rasa Iphone Di Produksi di Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kedua kiri) hadiri peluncuran Luna, ponsel kerjasama Foxconn dan Luna Indonesia. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pemerintah telah resmi menetapkan kebijakan tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang akan dikenakan kepada vendor ponsel 4G LTE sebagai syarat berjualan di Indonesia. Gayung bersambut, Luna Indonesia berkolaborasi dengan FoxConn meluncurkan ponsel 4G yang memenuhi aturan TKDN.

Acara peluncuran ponsel Luna dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Dalam kesempatan tersebut menteri yang disapa Chief RA itu menyambut baik kolaborasi Foxconn dan Luna Indonesia. Tapi ia berharap kolaborasi keduanya tidak sebatas hardware.

“Luna masih segi hardware. Kami akan dorong ke arah software. Karena desain kalau dipatenkan akan jadi TKDN. Walaupun diproduksi di luar negeri, jika desain produknya dipatenkan di Indonesia, maka akan jadi nilai tambah bagi kita. Karena itu kita dorong non-hardware,” papar Rudiantara pada acara peluncuran ponsel Luna Senin (7/11/2017) di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri untuk aturan TKDN 4G 30% ini, tata cara perhitungannya dibagi menjadi dua, yakni TKDN Hardware dan TKDN Software. Untuk TKDN Hardware, komposisinya: manufaktur 70%, pengembangan 20%, dan aplikasi 10%. Sementara TKDN Software: aplikasi 70%, pengembangan 20%, dan manufaktur 10%. Seluruh vendor wajib memenuhi kewajiban 30% TKDN untuk ponsel mulai 1 Januari 2017. Jika tak memenuhi aturan tersebut, maka mereka dilarang menjual produknya di Indonesia.

Presiden Direktur PT Luna Indonesia Akwila Natanael memaparkan ponsel Luna merupakan buah kolaborasi pihaknya dengan Foxconn. Semua teknologi dan desain dilakukan oleh Foxconn. Sementara perakitan diserahkan pada Luna Indonesia.

“Perakitannya dilakukan oleh PT ETI Luna Indonesia yang berada di Semarang,” kata Akwila. Atas dasar itulah Akwila mengklaim ponsel Luna sudah memenuhi aturan TKDN. Sebab komponen assembly, tenaga kerja dan luas line produksi sudah mencapai yang ditetapkan pemerintah.”Kami sudah beberapa kali bertemu pihak Kemenperin. Telah dihitung-hitung sudah memenuhi 30%,” tambah Akwila.

Akwila mengklaim pihaknya mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar. Sedangka Foxconn berkontribusi pada transfer teknologi. Termasuk dalam pembuatan desain.

Dari perfoma, ponsel Luna mengandalkan desain yang stylish dengan kualitas premium berkat pengalaman Foxconn yang terkenal memproduksi Iphone. Tak heran jika ponsel ini diklaim sebagai Android dengan rasa Iphone. Berbobot 186 gram, Luna berdesain unibody (frame tunggal) dengan aluminiun di seluruh badan ponsel.

“Proses pembuatan bodi-nya memakai logam dengan 8 CNC process, sehingga hasilnya benar-benar presisi,” kata Kepala Pemasaran Luna Indonesia Nina Ratna Wardhani.

Luna hadir dalam warna abu-abu dan perak dengan layar sebesar 5,5 inchi beresolusi 1080×1920 pixel, berlapis Gorilla Glass 3.Kamera ponsel ini beresolusi 13 megapixel di bagian belakang dan 8 MP di depan. Luna juga memakai chipset Qualcomm Snapdragon dengan CPU Quad Core 2,5 Ghz Snapdragon. Dan ponsel ini beroperasi dengan Android 6.0 Marshmalloe dan didukung RAM 3 Gb dan ROM 64 GB.

Luna dibandrol dengan harga Rp5.449.000 dan dipasarkan di Eraphone, Point2000, Galeri Gadget, Sellular Shop dan Toko PDA. Smartphone ini juga tersedia di beberapa e-commerce seperti Lazada, Mataharimall, Blibli, Tokopedia, Dinomarket, dan JD.id.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY