Pertumbuhan Industri Telekomunikasi 8%

Pameran industri telekomunikasi. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Industri telekomunikasi masih terus bertumbuh. Bahkan pendapatan dari industri telekomunikasi, operator selular, tumbuh 8 % pertahun. Hal ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk menjadikan Indonesia kekuatan digital di tahun 2020.

“Pendapatan dari industri operator seluler, operator jaringan tetap, Telkom, internet dan lain sebagainya per tahun tumbuh 8 persen. Bahkan dalam setahun, industri ini dapat menghasilkan nilai sebesar Rp200 triliun,” ucap Rudiantara pada sambutan pembukaan Indocomtech Rabu (2/11/16), di Jakarta Convention Center, Senayan.

Menurut dia hal ini selaras dengan tujuan yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara digital di tahun 2020. Rudiantara juga menyebut, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk memperkuat ekosistem DNA atau yang terdiri dari Device, Network dan Application.

Sementara itu Sheilya Karsya tegas Koordinator Lembaga Independen Pemantau Kebijakan Publik (LIPKP) membantah opini yang menyatakan industri telekomunikasi sudah sunset. “Istilah sunset untuk membenarkan kebijakan terkait revisi kedua PP itu sepertinya ‘kesalahpahaman serius’. “Kami menolak jika industri telekomunikasi disebut masuk pada fase sunset sebagai dalih mendukung kebijakan network sharing dan frequency sharing. Justru yang terjadi saat ini adalah transformasi bisnis dari telco menjadi dico sebagai upaya meningkatkan performa bisnis. Artinya pengembangan infrastruktur telekomunikasi masih sangat dibutuhkan,” katanya dalam siaran pers baru-baru ini.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan APKOMINDO, Chris Irwan Japari. Penyelenggara Indocomtech
Itu mengatakan para pelaku industri mengalmai pertumbuhan dan perkuatan ekosistem teknologi di Indonesia.

Karena itu dia menjanjikan ajang Indocomtech sebagai jembatan antara pengusaha lokal tersebut dan pelaku industri teknologi dari luar negeri, yaitu Tiongkok, Taiwan dan Hong Kong. Sebab, tahun ini, Indocomtech juga diikuti pengusaha teknologi dari luar negeri.

Hal ini juga dimanfaatkan penyelenggara ajang yang berlangsung setiap tahun ini dengan menerapkan progam Business Matching, mempermudahkan pengusaha dalam negeri tersebut bertemu dan menjalin hubungan dengan pengusaha luar negeri.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY