Penjurian Kompetisi Solusi Desa Broadband Terpadu Dimulai

Peluncuran program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu untuk inovator muda. (Foto : Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggalang kompetisi yang melibatkan anak muda untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi di desa tertinggal. Tercatat sebanyak 238 pendaftar disaring melalui seleksi yang ketat.

Kini telah tersaring 23 inovator muda yang masuk tahap penjurian final. Penilaian akhir program kompetisi Solusi Desai Broadband Terpadu, pada tanggal 2 hingga 3 Agustus 2016 bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT).

Beberapa proses dijalankan secara terpadu dalam program SDBT. Mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan yang mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan.

Pada kategori petani, terdapat 15 tim yang terpilih, yaitu 8 Village, Petani, BISO, E-TaniPintar, igrow, iKiosk, Jejaringnet, KulDesaK, Layer Farm, lelanik.tk, MyAgri Mobile Learning for, Panen.id, Second Vision Corp, SILAT MEDAN IT, Situbondo Smart, dan SmartVillage.

Sementara itu, 9 tim yang terpilih pada kategori Nelayan yaitu 8 Village, Nelayan, AngsuCorp, e-Fishery, ePustaka / Mfish, JukuTech Sahabat Pulau, Senusa ID, SINGA LAUT, Smart Fisherman, Smart-Fishery. Pada kategori Pedalaman yaitu Hukaku (Hutanku Kantorku), Nusantara Beta Studio, Postmo-care, SES, SOS DESAKU, dan X-Igent.

Untuk 6 solusi tersebut, juri akan memilih 2 solusi terbaik di masing-masing kategori, yaitu kategori Nelayan, Pertanian dan Pedalaman. Keenam solusi ini kemudian akan diimplementasikan pada lokasi pilot project yang telah ditentukan pihak penyelenggara.

SDBT ditujukan untuk desa tertinggal, meliputi desa nelayan, desa pedalaman, dan desa pertanian. Program SDBT diharapkan menghasilkan solusi berupa keterpaduan dari jaringan, perangkat, aplikasi, dan pendampingan SDM.

SBDT juga memiliki tujuan utama yakni meningkatkan produktivitas masyarakat, menyediakan akses pasar untuk menjual hasil produk, dan mendapatkan informasi harga terbaik. Termasuk menyediakan akses kesehatan dan keamanan dasar bagi masyarakat sekitar.

Dengan program ini, diharapkan para inovator muda mampu menyajikan solusi dan implementasi yang menggabungkan elemen jaringan, perangkat, aplikasi, dan dukungan sistem. Maka dari itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pihak profesional, dan kalangan inovator muda yang mampu merealisasikan kesejahteraan bangsa secara menyeluruh.

Sebagaimana diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meresmikan program SDBT pada 15 April.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY