Pengguna Bitcoin di Indonesia Capai 200 Ribu

Oscar Darmawan CEO Bitcoin Indonesia. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Bitcoin sudah ada di Indonesia sejak 3 tahun lalu. Dan saat ini, uang berbasis teknologi ini telah digunakan oleh setidaknya 200 ribu user di Indonesia. Alat pembayaran ini menyasar mereka yang tak terjangkau oleh layanan perbankan (unbankable).

Oscar Darmawan CEO Bitcoin Indonesia mengatakan, penggunaan Bitcoin di Indonesia saat ini terbanyak ada di Pulau Jawa dengan konsentrasi 20 % di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera.Bitcoin sendiri di Indonesia paling banyak dipakai di sektor pariwisata.

“Pengguna Bitcoin di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, dalam perbandingan hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang menggunakan Bitcoin,” kata Oscar dalam siaran pers baru-baru ini.

Dia mencontohkan di wilayah Bali Utara seperti Ubud yang kurang dijangkau layanan perbankan padahal potensi wisata sangat besar di sana. Sektor lainnya yang menggunakan Bitcoin adalah usaha kecil dan menengah dan gim sebagai bagian dari industri kreatif.

Perputaran uang Bitcoin di Indonesia,kata Oscar, per harinya antara Rp 3-5 miliar. Meski terkesan tinggi, menurutnya angka itu masih jauh lebih kecil dibandingkan di perputaran uang Bitcoin di Tiongkok yang saat ini mencapai Rp 50 miliar.

Menurut Oscar, pengguna Bitcoin adalah orang yang senang berspekulasi. “Jadi kebanyakan bukan beli untuk dipakai, tapi beli kalau ada harga naik dijual. Karena harga Bitcoin naik turun. Tahun lalu, satu Bitcoin senilai Rp 3,5 juta, tahun ini Rp 7.5 juta, jadi harga tinggi karena spekulasi itu,” katanya.

Oscar juga mendorong penggunaan Bitcoin di Indonesia. Ia menargetkan, 2 tahun lagi pengguna Bitcoin di Indonesia bisa mencapai 500 ribu user.

Sebab, Bitcoin dirasa mampu mempermudah transaksi dan mencegah pencucian uang. Hal ini, kata Oscar, karena semua transaksi yang dibayar dengan Bitcoin tercatat datanya.

“Sejauh ini, orang-orang yang melakukan kejahatan dengan Bitcoin hampir semuanya tertangkap, sebab semua ada jejak digital yang bisa dilacak. Sedangkan transaksi tunai, biasanya sulit dilacak,” tuturnya.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply