Pemodal Ventura The China Angels Masuk Indonesia

Potensi bisnis digital di Indonesia dilirik investor luar negeri. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kondisi Indonesia sama dengan yang terjadi di Tiongkok 5- 7 tahun lalu, yakni pertumbuhan industri digital yang signifikan. Kini sejumlah pemilik modal dari negeri Tirai Bambu melihat kesempatan besar pengembangan pasar bisnis digital di Indonesia. Mereka pun mulai berdatangan menawarkan modal ventura.

Seperti pemodal ventura, Convergence Venture, yang membawa “The China Angels” yang dikenal sebagai kelompok pebisnis dan entrepreneurs asal Tiongkok ke Tanah Air. Para pemodal tersebut di antaranya Xu Xiao Ping, Founder Zhend Fund (pemodal terbesar di Tiongkok); Kai Fu Li, Founder Sinovation Fund (pemodal dengan investasi US$ 1,3 miliar) dan Cai Wen Shen, Ketua Meitu Teknologi (perusahaan aplikasi foto terbesar di Tiongkok dengan pengguna 1 miliar).

“Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia memiliki potensi pasar internet yang sangat luas bagi startup,” kata Ketua The China Angels Xu, dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Menurut Xu banyak entrepreneur potensial yang butuh pendanaan guna mengembangkan usahanya. “Kondisi ini sama dengan di Tiongkok 5- 7 tahun lalu. Ini saat yang tepat menginvestasikan bukan hanya waktu, namun model yang sudah teruji untuk diimplementasikan dengan baik di sini,” kata Xu.

Adapun tujuan Convergence Venture mendatangkan The China Angels ke Indonesia untuk memberikan kesempatan para startup Indonesia guna mendapatkan modal sekaligus membuka peluang startup Indonesia di pasar Asia Tenggara.

Sebaliknya, para investor di Tiongkok mulai mencari peluang di luar negeri. “Enterpreneur Indonesia dapat menggali lebih banyak ilmu, dan pengalaman dari Tiongkok, sehingga ini adalah kesempatan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Founding Partner dari Convergence Venture, Adrian Li.

Sebelum ke Indonesia, Adrian Li enam tahun di Tiongkok sebagai enterpreneur hingga akhirnya mendirikan venture capital yang berhasil merekrut beberapa e-learning startup. Adrian Li melihat kesempatan besar pengembangan pasar internet bagi entrepreneur di Indonesia.

Sementara itu, Partner Convergence Venture di Indonesia Donald Wihardja mengatakan Tiongkok berperan dalam membantu pengembangan teknologi industri di Indonesia dengan cara memfasilitasi hubungan kedua belah pihak. Caranya, menyediakan akses untuk para enterpreneur di Indonesia kepada para pemodal Tiongkok.

Tahun ini Convergence Venture telah mengakomodir para enterpreneur Indonesia dengan memperkenalkan kepada lima investor Tiongkok. Convergence Venture yang diresmikan tahun 2014 sudah mendapatkan 17 investasi untuk usaha awal teknologi di Indonesia, di antaranya Qraved, Female Daily Network.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply