Pemerintah Implementasikan E-Commerce Pangan

Petani maupun konsumen perlu mengetahui dengan benar informasi harga pasar. (foto : Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pemerintah akan mengimplementasikan sistem perdagangan elektronik (e-commerce) untuk menjaga stabilisasi harga pangan produk pertanian dan laju inflasi. Langkah ini tanpa membebani petani maupun konsumen.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Sekretaris Menko Perekonomian mengatakan dengan e-commerce akan ada pemangkasan rantai distribusi perdagangan yang selama ini justru menjadi celah aksi ambil untung di  tingkat pedagang perantara seperti tengkulak.

“Kebanyakan di wilayah kita, petani tidak mempunyai posisi tawar yang kuat. Pada saat harga jatuh, dia jatuh. Pada saat harga baik, dia tidak. Jadi kita cari bagaimana mengangkat harga dan menguntungkan petani, tapi tidak merugikan konsumen,” jelas Lukita Kamis (31/3/2016) di Jakarta.

Dengan implementasi e-commerce, baik petani maupun konsumen akan mengetahui dengan benar informasi harga pasar. Akan ada penyuluh yang disiapkan di tiap daerah sehingga petani bisa mengetahui informasi tersebut lewat website ataupun aplikasi.

Pilot project sistem distribusi pangan terpadu ini akan dilakukan di Kabupaten Brebes dalam waktu dekat. Langkah ini eksekusi karena Brebes menjadi sentra bawang terbesar di Tanah Air. Apalagi, bawang menjadi komoditas strategis dengan tingkat margin laba penjualan cukup rendah.

Untuk menjalankan program ini secara berkelanjutan dan diimplementasikan untuk seluruh wilayah di Tanah Air, lanjut dia, akan ada penugasan khusus untuk beberapa BUMN. Salah satu perusahaan pelat merah yang ditunjuk untuk mendukung logistik komoditas bawang yakni Bhanda Ghara Reksa (BGR).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan aplikasi terpadu ini pada gilirannya akan mengubah pola berpikir petani. Selama ini, petani hanya menumpuk produknya dan menunggu tengkulak.

“Sekarang petani harus menyortir yang bagus-bagus, karena konsumen yang beli juga kan konsumen premium,” katanya

Dia berujar sistem ini  sudah berjalan sekitar dua tahun lalu, tapi belum digunakan secara optimal. Sistem ini, lanjutnya, akan terus diperbaharui dan dikembangkan. Rencananya, kunjungan kerja ke Brebes akan dilakukan pada 11 April 2016.

 

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : Stevy Widia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY