Pembangunan Palapa Ring Jadi Peluang Bisnis Bagi UKM

Ground breaking Proyek Palapa Ring Tengah oleh Menkominfo Rudiantara. Didampingi Irine Yosiana Putri Roba Anggota Komisi 1 DPR RI, RW Pantja Gelora Direktur Utama PT LTI, Tri Andayani Direktur Operasional 1 PT Len Industri (Persero) serta perwakilan pemerintah daerah setempat. (Foto: Kominfo/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Proyek Palapa Ring merupakan program pembangunan jaringan tol informasi yang dilakukan negara agar jaringan broadband telekomunikasi dapat menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan pembangunan ini diharapkan akan dapat mendukung perkembangan ekonomi di daerah.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Palapa Ring Tengah pada Peletakan Batu Pertama (ground breaking) Proyek Palapa Ring Paket Tengah, Selasa (22/11/2016) di Gotalamo, Pulau Morotai, Maluku Utara.

“Hadirnya Palapa Ring akan memberikan peluang bisnis baru bagi Industri Usaha Kecil Menengah (UKM) di pelosok daerah,” kata Menkominfo Rudiantara dalam siaran pers.

Menurut Rudiantara, hal ini bentuk keseriusan pemerintah dalam menjalin kerjasama dengan badan usaha (investor) dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ini juga merupakan usaha pemerintah dalam melaksanakan percepatan pelaksanaan Proyek Infrastruktur Strategis/Prioritas Nasional yang tercantum dalam Peraturan Presiden No.3 Tahun 2016.

“Kalau Palapa Ring Barat sudah mulai membangun, di Palapa Ring Tengah dengan pemancangan batu pertama ini secepatnya harus segera dibangun karena membangun ring ini tidak dari satu titik ke titik yang lain karena di paket tengah ini ada 17 yang baru dan 11 connected” jelasnya.

Proyek itu dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment yang memberikan dampak positif bagi perusahaan termasuk meningkatkan kepercayaan investor.

Menkominfo mengharapkan dengan total 28 titik yang akan dibangun tersebut, paket tengah harus sudah bisa beroperasi pada awal tahun 2019. “Kalau yang Barat diharapkan akhir 2018 sudah beroperasi, dan Timur diharapkan akhir 2019 sudah bisa selesai” tambahnya.

Acara ground breaking turut dihadiri, Irine Yosiana Putri Roba Anggota Komisi 1 DPR RI, RW Pantja Gelora Direktur Utama PT LTI, Tri Andayani Direktur Operasional 1 PT Len Industri (Persero) serta perwakilan pemerintah daerah setempat.

Groundbreaking itu menjadi awal dimulainya proses konstruksi oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), anak perusahaan PT Len Industri (Persero) selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek.
Masa pembangunan akan berlangsung 18 bulan. Panjang kabel yang akan digelar mencapai 2.700km dengan nilai investasi keseluruhan sebesar Rp. 1.38 triliun dengan masa konsesi selama 15 tahun.

Manager Humas PT Len Industri, Dony Gunawan menyatakan Len melalui salah satu Anak perusahaannya berkontribusi dalam pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah RI seperti proyek Palapa ring.

“Proyek ini akan menghubungkan 17 kota/kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara,” katanya.

Provinsi Kalimantan Timur akan menjangkau Kabupaten Mahakam Ulu. Provinsi Sulawesi Utara menjangkau tiga kabupaten yaitu kepulauan sangihe,kepulauan talaud dan kepulauan siau-tagulandang-biaro. Provinsi Sulawesi Tengah akan menjangkau empat kabupaten yaitu Morowali, Kepulauan Banggai, Banggai Laut dan Morowali Utara.

Provinsi Sulawesi Tenggara nenjangkau enam kabupaten yaitu Muna,Konawe Utara,Buton Utara,kepulauan Konawe,Muna Barat dan Buton Tengah sedangkan sisi Maluku Utara menjangkau tiga kabupaten yakni pulau Morotai,Pulau Taliabu dan Kota Tidore.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY