OJK Malang Dukung Wirausaha

Ilustrasi

YOUNGSTERS.id - Pengembangan wirasuaha perlu mendapat sokongan dari berbagai pihak. Termasuk dalam hal modal. Untuk itu kantor Otoritas Jasa Malang mendorong pemda untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan mengeluarkan kebijakan subsidi bunga kredit.

“Terutama yang harus didorong, pengembangan usaha mikro dan usaha awal atau baru berdiri,” kata Indra Krisna Kepala Kantor OJK Malang belum lama ini di Malang.

Menurut Indra Krisna pengembangan UMKM di daerah perlu ada komitmen yang kuat dari pemda. Tidak cukup pengembangan UMKM hanya mengandalkan mekanisme pasar.

Harapan, pengusaha yang usaha mikronya berkembang setelah mendapatkan bantuan subsidi bunga dapat menjadi pembayar pajak yang dikelola Baznas sehingga dananya bisa digulirkan ke pengusaha mikro lainnya.

Penyaluran kredit mikro yang bunganya ditanggung pemkot tersebut, bisa lewat BPR milik pemda, bisa pula pada bank yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot.

Menurut Indra, jika sektor UMKM berdaya, maka dampaknya terhadap pengembangan ekonomi daerah sangat positif.

Dia mencontohkan jumlah sektor UMKM di Kab. Malang yang mencapai 416.000 unit usaha. Jika dar jumlah itu, 25% saja berhasil dikembangkan, maka dampaknya sudah sangat luar biasa, bisa menggerakkan perekonomian di daerah tersebut karena satu UMKM setidaknya menyerap tenaga kerja setidaknya tiga orang.

“Ini kan dapat meningkatkan daya beli masyarakat kalau usaha dari UMKM bisa berkembang,” ujarnya.

Masalah-masalah upaya pengembangan UMKM, kata dia, bisa lebih fokus jika nantinya dibentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di setiap daerah.

Tim tersebut akan memetakan permasalahan yang terjadi di UMKM dan akan dicarikan jalan keluarnya, Dari sisi pendampingan dari pemda dan perguruan tinggi dari mediasi akses keuangan ke lembaga jasa keuangan (LJK) oleh OJK dan LJK yang merealisasikan penyaluran kredit.

Jika ada masalah-masalah terkait dengan hambatan dalam penyaluran kredit, maka akan dibicarakan bersama, antara regulator dan LJK. Intinya, jika di lapangan ada ketentuan yang dinilai dapat menyulitkan penyaluran kredit, maka dicari jalan keluarnya secara bersama.

Termasuk usulan untuk merevisi aturan sehingga penyaluran kredit usaha mikro kecil bisa lebih lancar.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY