Nebengers Kini Pasang Tarif Tumpangan

Aplikasi Nebengers sekarang membebaskan Si pemberi tumpangan untuk memasang tarif. (Foto: Klear/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Nebengers sudah sejak lama dikenal sebagai gerakan berbagi tumpangan kendaraan sambil berusaha mengurai kemacetan ibukota. Dalam perjalanannya, Nebengers sudah membentuk aplikasi mobile khusus di perangkat Android maupun iOS dan memasang tarif tumpangan.

Di awal kemunculannya, Nebengers memanfaatkan platform media sosial, seperti Twitter untuk berinteraksi. Termasuk membangun sebuah komunitas agar dapat menghemat biaya perjalanan, mencari teman baru, berbagi pengalaman, serta mendukung green environment.

Kini Nebengers sudah membentuk aplikasi mobile khusus di perangkat Android maupun iOS. Perlakuan pun jadi berubah. Ketika masih memanfaatkan Twitter, di mana si penumpang hanya memberi tarif seikhlasnya, bahkan hanya sekedar berbagi cemilan selama perjalanan. Kini Si pemberi tumpangan diberi kebebasan untuk memasang tarif bila ingin memberi tumpangan.

Mengenai perubahan ini, pihak Nebengers punya alasan khusus.“Secara sistem, sebetulnya tidak ada yang berbeda antara ketika masih di Twitter dengan setelah berbentuk aplikasi. Tetapi memang saat ini sharing-nya lebih ke arah ada bayarannya. Karena ternyata masyarakat kita itu suka sungkan kalau hanya menumpang saja tanpa ada kejelasan berapa uang yang harus dibayarkan untuk patungan. Kalau dibilang seikhlasnya, mereka juga bingung harus patungan berapa. Makanya di aplikasi ini, kita beri kesempatan si pemberi tumpangan untuk memasang tarif atau tidak,” papar Chief Information Officer Nebengers, Andreas Aditya, dalam siaran pers belum lama ini di Jakarta.

Andreas menjelaskan, jumlah tarif yang ditulis oleh pengguna aplikasi Nebengers tidak seperti ketika menggunakan transportasi online. Karena metodenya adalah sharing ekonomi, nilai rupiahnya pun sangat terjangkau. Misalnya ada salah satu pengguna aplikasi Nebengers yang mengajak patungan Rp 40.000 untuk perjalanan dari Bandung ke Jakarta.

Dengan mencantumkan informasi yang lebih jelas tersebut, masyarakat yang memanfaatkan platform Nebengers semakin meningkat. Kebanyakan memanfaatkan platform ini untuk perjalanan antar kota. Jumlah pengunduhnya pun saat ini sudah mendekati angka 50.000 pengunduh.

“Di aplikasi Nebengers, kita juga menyediakan fitur chatting sebagai sarana berkomunikasi antar pengguna. Kita juga mewajibkan pengguna aplikasi ini untuk menyertakan foto KTP, foto diri, dan juga nomor telepon untuk menjaga keamanan seluruh pengguna,” pungkasnya.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY