Mensos Resmikan E-Warong ke 22 di Probolinggo

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menggulirkan Program Keluarga Harapan. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan terus digulirkan. Selain itu, keberadaan E-Warong juga diharapkan dapat menekan harga mengingat harga jual produk di e-Warong jauh lebih murah.

“Keberadaan E-Warong menjadi solusi atas pencegahan berbagai praktik penyelewengan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) non-tunai kepada masyarakat miskin, dalam hal ini PKH dengan tujuan mengurangi inflasi,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan E-Warong KUBE PKH, Sabtu (1/10/2016) di Probolinggo, Jawa Timur.

E-warong tersebut merupakan yang ke-22 yang diresmikan setelah dimulai sejak Juni lalu di Malang dan akan melayani transaksi bahan pokok bagi penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Mensos juga menjelaskan bahwa ke depannya semua bantuan dari Kementerian akan terintegrasi dengan “Kartu Bisa” sehingga penyaluran bantuan sosial akan lebih holistik, seperti bantuan elpiji tiga kilogram serta KIP dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ada empat hal yang menjadi tujuan pembentukan e-Warong KUBE PKH yakni untuk menyediakan tempat pemasaran produk-produk KUBE dan hasil usaha peserta PKH.

Selain itu juga untuk menyediakan kebutuhan usaha dan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah bagi anggota KUBE dan Peserta PKH, menyediakan transaksi keuangan secara nontunai/elektronik baik untuk pencairan bantuan sosial maupun pembayaran lainnya, serta menyediakan instrumen/sistem penyaluran bantuan sosial tanpa penyelewengan.

Untuk mengantisipasi sistem borong, kata dia, maka kartu dikunci dengan teknologi yang telah diuji coba baik melalui SimCard maupun web. Penerima manfaat dapat membeli gula, beras, tepung dan minyak goreng di E-Warong dengan harga yang murah karena bahan pokok tersebut langsung didistribusikan oleh Bulog.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung menjelaskan pendirian E-Warong KUBE PKH dilatarbelakangi arahan bapak Presiden RI untuk merumuskan bantuan subsidi secara nontunai.

“E-Warong KUBE PKH menjadi tonggak dimulainya era Layanan Keuangan Digital (LKD) atau Laku Pandai sehingga penerima manfaat tidak lagi menjadi penonton dalam bantuan sosial, tetapi berperan aktif dalam pengelolaan bantuan sosial itu sendiri,” ujar Dirjen.

Andi menambahkan E-Warong KUBE PKH tidak hanya dipergunakan untuk mengambil bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi tempat pembayaran tagihan rutin bulanan, seperti listrik, air dan tagihan lainnya.

Adapun jumlah penerima PKH di Kabupaten Probolinggo sebanyak 22.553 sementara jumlah penerima PKH Kota Probolinggo sejumlah 6.026.

STEVY WIDIA