Mahasiswa UM Surabaya Buat Tong Sampah Pintar

Tong sampah ini bisa membuka dan menutup secara otomatis layaknya robot. (Foto: RRI/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, mahasiswa Teknik Komputer Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Asa Yunita membuat tong sampah pintar.

Tong sampah ini bisa membuka dan menutup secara otomatis layaknya robot. Selain fungsinya yang unik, Asa juga mendesain tong sampah lebih menarik dengan tambahan gambar doraemon dan kerlap-kerlip lampu spiral.

“Ide awalnya memang meniru cara kerja robot. Selain suka, sistem otomatis juga akan lebih menarik bagi anak-anak,” kata Asa dilansir Antara Jumat (28/10/2016) dari kampus UM Surabaya.

Asa menjelaskan cara kerja tong sampah pintar ini memanfaatkan sensor pir yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia. Untuk memfungsikannya, tangan diletakkan diatas tutup sampah dan otomatis akan terbuka.

“Selang 10 detik, tong sampah ini akan menutup sendiri. Jarak tangan dengan sensor, maksimal hanya satu meter. Sebenarnya bisa lebih dari itu. Tapi harus menggunakan sensor yang harganya lebih mahal lagi,” lanjutnya.

Menurut Asa dengan inovasinya ini mampu memancing ketertarikan anak untuk rajin membuang sampah pada tempatnya. Sebab, membuang sampah akan terasa seperti bermain.

“Di rumah, sampah sekecil apapun pasti tidak akan luput dari adik saya untuk dibuang ke tempat sampah,” tutur dia.

Sistem operasi tong sampah ini, lanjut dia, menggunakan metode arduino uno yang memanfaatkan beberapa komponen. Di antaranya motor servo, potensio, resistor, transistor dan LCD.

“Kebutuhan biayanya kira-kira mencapai Rp500 ribu. Tapi dengan komponen yang sempat gagal pakai, totalnya bisa sampai Rp1 juta,” kata dia.

Awalnya dia mengaku, mengalami sejumlah kesulitan dalam proses pembuatan. Di antaranya ialah mengatur sistem arduino sebagai otaknya. Selain itu, menata rancangan yang umumnya menggunakan komponen mikro cukup menyulitkan dalam penyambungan.

“Sempat beberapa kali gagal. Tapi bersyukur akhirnya bisa berhasil optimal,” tutur dia.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY