Mahasiswa PENS Raih Emas di Kompetisi Robotika Se-ASEAN

Indonesia mendapat 21 emas, 4 perak dan 5 perunggu di ajang World Skills ASEAN 2016. (Foto: dok.Pens/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjuarai kompetisi robotika bergerak dalam World Skills ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, 24-26 September 2016. Mereka adalah Andy Yuniawan dan Eko Mustopa.

“Kami bersyukur dapat meraih emas dalam World Skills ASEAN 2016 dan kami ingin menembus kejuaraan khusus mahasiswa kejuruan itu untuk tingkat dunia tahun depan,” kata Andy dan Eko yang dilansir humas PENS belum lama ini di Surabaya.

Kedua mahasiswa semester 3 Jurusan Mekatronika PENS itu mengakui bangga dan senang mendapat emas dalam kompetisi robotik untuk industri. Apalagi mereka baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut.

“Sebelumnya, kami tidak pernah ikut kompetisi robot, karena itu kami bangga dan bersyukur karena baru pertama ikut langsung mendapat emas. Untuk itu, pengalaman di tingkat ASEAN akan menjadi evaluasi untuk maju ke tingkat dunia,” kata Eko.

Sementara itu, Wakil Direktur III PENS (Bidang Kemahasiswaan) Dr Ing Indra Adji Sulistijono mengaku mahasiswanya yang meraih emas dalam kompetisi itu karena mendapatkan poin tertinggi dalam lomba selama tiga hari yang setiap harinya ada tiga permainan.

World Skills ASEAN 2016 itu melombakan 25 jenis lomba dan Indonesia mengikuti 22 jenis lomba. Dari lombat tersebut Indonesia mendapat 21 emas, 4 perak dan 5 perunggu.

“Untuk kategori robotika bergerak,robotnya bergerak dengan diperintah untuk menyelesaikan persoalan yang mirip dengan persoalan dunia,” kata Indra.

Lomba mobile robotik ini terbilang bergengsi. Pasalnya, peserta baru mengetahui kondisi both , mendesain robot, dan mengoperasikan sistem robot di lokasi itu dengan waktu 2,45 menit.

“Nah, pada 60 menit pertama, tim hanya disuruh mengukur medan, 15 menit setting, dan selanjutnya. Semua dikerjakan dengan cepat tanpa jeda,” kata Indra di Pens, kemarin. Dengan jatah waktu singkat, Andy dan Eko dituntut mengukur misi dan visi yang akan dikerjakan. Contohnya, misi economic community, yakni robot harus bisa melihatport dan target.

Misi selanjutnya, robot harus mampu mengambil dan menata tanaman yang diletakkan di twins tower . Misi pamungkas, robot harus mampu melakukan material hand link management atau menata material sesuai dengan bentuknya. “Setelah melihat misi, tim langsung membuat robot dan mengalibrasikan dengan sensor supaya robot tidak eror,” paparnya.

Tidak semua tim mampu mengalibrasikan sensor dengan tepat. Dengan waktu yang cukup singkat dan kerumitan misi, dari tujuh negara yang ikut tanding dalam lomba tersebut, Pens akhirnya menjadi salah satu penyumbang medali emas ke-21.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY