Laju Sapu Angin Dihentikan Panitia DWC

Tim Sapu Angin ITS (Foto: ITS.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Panitia lomba internasional “EcoShell Marathon Challenge Divers World Championship (DWC)” di London menghentikan langkah mobil “Sapu Angin” ITS untuk melaju di kompetisi itu. Padahal sebelumnya tim ini sudah lolos saat pemeriksaan teknis.

“Alasannya, Sapu Angin telah banyak mengalami perubahan atau major change, padahal sehari sebelumnya, mobil yang berubah setelah terbakar itu, dinyatakan lolos dalam pemeriksaan teknis dan layak jalan (valid run, Red),” kata dosen pembimbing tim Ir Witantyo MEngSc dalam surat elektronik Minggu (3/7/2016).

Dosen pembimbing yang ikut mendampingi tujuh mahasiswa anggota tim Sapu Angin itu menjelaskan, saat menjalani uji coba lintasan Sapu Angin berhasil melakukan dua putaran. Dalam dua race di arena Queen Elizabeth Olympic Park, London, itu, hasilnya mencatat angka 176 km per liter dan 183 km per liter dalam konsumsi bahan bakar.

Akan hal itu Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, meminta penjelasan atas apa yang telah menimpa tim Sapu Angin. Dia menilai tim Sapu Angin diperlakukan tidak adil.

“Mobil kami memang terkena musibah terbakar, dan dengan semangat yang tinggi mahasiswa telah berhasil mewujudkannya kembali dalam segala keterbatasan, sekaligus telah mengalami uji lintasan sebanyak dua kali,” kata Joni dalam suratnya.

Jika kemudian hasil akhirnya tetap tidak bisa ikut race, tulis Rektor lagi, mohon disampaikan dan diinformasikan dengan baik kepada pihak ITS tentang alasan-alasan terhadap keputusan itu. Apalagi, panitia memberi nomor punggung mobil di “paddock” Tim ITS yaitu nomor 902 yang artinya diunggulkan (seeded) nomor 2.

Dia menyatakan, karena itu alasan yang rasional kenapa Sapu Angin tidak diperbolehkan melaju itu, sebagai bahan pembelajaran jika kemudian hari ada lomba serupa.

“Apa pun hasilnya, tim Sapu Angin sudah menunjukkan yang terbaik. Mampu dalam waktu singkat dan bekerja dalam tekanan yang luar biasa, mewujudkan kembali mobil Sapu Angin dari sisa-sisa material mobil yang terbakar. Bagi kami, Sapu Angin hakikatnya sudah menjadi juara,” pungkas Rektor ITS.

STEVY WIDIA