Kominfo Targetkan 500 Desa Terkoneksi Solusi Broadband

Program Solusi Desa Broadband. (Foto : StevyWidia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan 500 desa dari 74.094 desa tertinggal terkoneksi dengan solusi broadband pada jaringan 3G hingga akhir Desember 2016.

Ismail, Direktur Pengembangan Pita Lebar Ditjen PPI pada Kemkominfo mengemukakan program solusi desa terpadu tersebut merupakan kelanjutan dari program Desa Broadband yang diklaim telah berhasil membuat sekitar 50 desa terkoneksi dengan jaringan Internet.

“Kami akan fokus pada empat komponen untuk memenuhi solusi itu yaitu aplikasi, device, network dan pendampingan. Network itu artinya tersedia dalam jaringa, kemudian device yang akan digunakan seperti apa dan aplikasi yang sesuai bagaimana nanti,” tuturnya Selasa (2/8/2016) di Jakarta.

Berdasarkan data Kemkominfo, sebanyak 74.094 desa di seluruh Tanah Air masuk dalam kategori desa tertinggal dengan 26% di antaranya atau sekitar 19.386 merupakan kategori tertinggal dan lokasi prioritas (lokpri). Sedangkan sekitar 11% dari desa tertinggal atau sekitar 8.447 desa tersebut merupakan desa tertinggal dengan akses sinyal telekomunikasi yang sudah baik.

Ismail juga menjelaskan untuk tahap awal pihaknya akan menggunakan jaringan 3G yang dapat menjangkau seluruh desa hingga ke pelosok. Ismail optimistis setelah proyek Palapa Ring dan pembangunan BTS selesai dikerjakan oleh operator, jaringan 3G akan diganti dengan 4G LTE.

“Untuk sementara ini, kita mengambil spot-spot area yang ada 3G dulu. Setelah proyek Palapa Ring dan pembangunan BTS selesai, baru kita bisa masuk 4G LTE,” katanya.

Selain itu, menurut Ismail, Kemkominfo juga berencana menggandeng sejumlah skateholder terkait program Solusi Desa Broadband Terpadu seperti di antaranya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertanian.

Dia menjelaskan Kemkominfo hanya akan fokus menggarap teknologi yang dikembangkan oleh setiap developer. “Kalau Kominfo fokus dari sisi teknologinya saja. Kita akan kerja sama dengan kementerian lain untuk program ini,” ujarnya.

Saat ini lewat program Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) sudah ada 23 tim terpilih yang terbagi menjadi tiga sektor yaitu solusi untuk desa pertanian, desa nelayan dan desa pedalaman.

Ismail mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu implementasi solusi yang ditawarkan oleh finalis pengembangan solusi. Dia optimistis program yang tengah dicanangkan oleh Kemkominfo tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat desa.

 

STEVY WIDIA