Kominfo Janjikan Pasang 625 BTS di Wilayah Perbatasan

Menkominfo Rudiantara memaparkan rencana pembangunan Palapa Ring dihadapan Presiden dan Wakil Presiden. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjanji akan membangun 625 BTS di daerah perbatasan hingga 2019 mendatang. Pembangunan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik, khususnya sektor telekomunikasi.

“Sesuai dengan Rencana Strategis Kominfo 2015-2019, berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 625 BTS di daerah perbatasan,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam siaran pers baru-baru ini di Jakarta.

Pembangunan BTS di daerah perbatasan dan pelosok merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan infrastruktur layanan akses telekomunikasi yang menghubungkan seluruh daerah di Indonesia.

Pembangunan sarana telekomunikasi dan infromatika di wilayah perbatasan sesuai dengan amanat poin ketiga Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat desa-desa dan daerah-daerah dalam kerangka negara persatuan.

Penyediaan BTS oleh Kementerian Kominfo di daerah blankspot merupakan salah satu program USO (Universal Service Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal) di bidang telekomunikasi dan informatika yang dibangun dengan menggunakan dana USO yang dikelola oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Menkominfo baru saja mengunjungi lokasi Base Transceiver Station (BTS) di Dusun Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Selasa (18/10/2016). Lokasi BTS itu merupakan satu dari 23 BTS yang telah dibangun pada tahun 2016 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di daerah blankspot sinyal telekomunikasi di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

Pada kunjungan ini Rudiantara juga melakukan panggilan percobaan (test call) ke BTS blankspot yang berada di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat. Test call dimaksudkan untuk menguji sinyal telekomunikasi seluler antara dua BTS.

“BTS yang dibangun menggunakan dana USO untuk daerah blankspot terutama di daerah 3T yang secara bisnis dianggap tidak profitable, sehingga perlu peran pemerintah dalam membangun dan menyediakan akses telekomunikasi. Harapannya setelah ada BTS masyarakat tidak perlu lagi pakai sinyal operator negara tetangga untuk menelepon,” ungkap Rudiantara.

BP3TI dan Kominfo menargetkan 147 BTS akan terbangun di seluruh daerah blankspot yang tersebar di Indonesia. Jumlah tersebut akan terusbertambah, seiring dengan hasil terbaru dari proses survei yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo. Selain itu pembangunan BTS di daerah pelosok dan perbatasan oleh BP3TI merupakan usulan dari pemerintah daerah. Dan diimplementasikan melalui kerjasama antara BP3TI, pemerintah daerah, perusahaan penyediaan transimisi, power dan tower serta operator seluler.

Mekanisme kerjasama yang digunakan adalah mekanisme sewa layanan, di mana BP3TI membiayai layanan transmisi, power dan tower, pemerintah daerah meminjamkan lahan, dan operator selular menyediakan dan mengoperasikan perangkat BTS. Operator selular yang kali ini melakukan kerja sama dengan Kementerian Kominfo untuk melayani BTS di daerah perbatasan dan pelosok adalah Telkomsel.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY