KoinWorks, Fintech Berkonsep Urun Dana

Fintech KoinWorks.com hadir di Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - KoinWorks, platform online penyedia layanan pinjam meminjam uang, resmi hadir di Indonesia. KoinWorks mempertemukan pendana dan peminjam secara daring dengan konsep Peer-to-Peer (P2P) Lending dan urun dana (crowdfunding).

“KoinWorks hadir sebagai solusi pendanaan alternatif untuk mendapatkan modal usaha dengan biaya yang lebih rendah dan tentunya proses yang lebih sederhana dengan mempertemukan pendana dan peminjam secara online,” kata Co-founder KoinWorks Benedicto Haryono dalam keterangan pers, Rabu (31/8/2016) di ajang Indonesia Fintech Festival & Conference 2016 yang berlangsung di ICE, BSD, Tangerang.

Menurut dia, Survei Bank Indonesia mengungkap bahwa kebanyakan modal usaha atau pinjaman UMKM berasal dari modal pribadi atau kerabat karena kendala mengakses dana perbankan. Sangat disayangkan jika para pelaku UMKM yang masih muda tidak dapat mewujudkan mimpi-mimpinya hanya karena kendala mengakses dana untuk modal ataupun pengembangan usaha.

Menyadari hal itu KoinWorks mengusung semangat gotong royong. Penyedia layanan, pendana, peminjam saling membantu. “Pendana tidak perlu kuatir karena semua peminjam di KoinWorks dianalisa menggunakan algoritma dan pengukuran tingkat resiko sebelum akhirnya ‘lulus’ sebagai peminjam. KoinWorks juga bekerja sama dengan Allianz untuk meminimalisir segala resiko yang akan terjadi jika suatu saat terjadi gagal bayar,” jelas Bendicto lagi.

Selain mendorong kemajuan UMKM Indonesia, KoinWorks hadir dengan misi sosial untuk mengembangkan sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia melalui KoinPintar dan KoinSehat.

Pinjaman melalui KoinPintar dapat digunakan oleh individu untuk meneruskan pendidikan lebih lanjut ke lembaga atau institusi pendidikan rekanan KoinWorks. KoinPintar juga dapat digunakan institusi / lembaga pendidikan tertentu untuk mengembangkan infrastruktur penunjang pendidikan seperti renovasi bangunan atau membangun fasilitas baru.

KoinWorks melalui KoinPintar telah menjalin kerja sama dengan Hacktiv8 yang juga mendukung program 1000 startups digital melalui bantuan pinjaman fasilitas pendanaan siswa.

“KoinWorks membuka peluang untuk mereka yang ingin menjadi web developer melalui pinjaman dana siswa di Hacktiv-8. Ini merupakan terobosan dalam industri fintech dan pengembangan pendidikan di Indonesia,” sambut CEO Hactktiv-8 Ronald Ishak.

Sejalan dengan KoinPintar, KoinSehat menyediakan pembiayaan kesehatan dan mempertemukan pasien dengan lembaga atau institusi kesehatan rekanan KoinWorks, dengan metoda peminjaman yang lebih cepat dan bunga yang lebih rendah dibandingkan lembaga keuangan lainnya.

Saat ini, KoinWorks bekerja sama dengan Klinik Mata Nusantara (KMN) untuk opsi pendanaan operasi mata yang murah dan mudah.

CEO Klinik Mata Nusantara Dr. Rudy C. Susilo menyampaikan Klinik Mata Nusantara dan KoinSehat bekerja sama dengan menyediakan opsi pembiayaan mata yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Hal itu, mengingat keterbatasan pembiayaan yang dimiliki oleh institusi keuangan terhadap perawatan mata. Peminjam dapat menjalani perawatan mata dengan kami melalui KoinWorks.

“Merchants Lazada dapat memanfaatkan KoinWorks untuk mendapatkan pinjaman sebagai modal pengembangan usaha dan kami yakin itu menjadi nilai tambah yang tidak dijumpai di platform e-dagang lainnya. Sejauh ini sebanyak 30% merchant di Lazada telah memanfaatkan layanan KoinWorks dan memberikan respon positif terhadap kerjasama ini,” kata Co-CEO Lazada Indonesia, Duri Granziol.

“KoinWorks, KoinPintar dan KoinSehat memiliki sistem peminjaman yang sederhana dan terjangkau, dengan tujuan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat – tidak hanya pelaku usaha, untuk terus mengejar dan mewujudkan semua mimpi-mimpi mereka tanpa hambatan. Kerjasama yang telah terjalin merupakan langkah awal KoinWorks dalam industri fintech di Indonesia, kedepannya KoinWorks akan terus berinovasi dan bersosialisasi mengenai pembiayaan peer-to-peer lending dan crowdfunding yang tergolong masih baru di Indonesia,” tutup Ben.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply