Kemristekdikti Kucurkan Dana Untuk Inkubator Bisnis Teknologi

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir. (Foto : dok.RRI/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengucurkan dana hingga Rp 12 miliar bagi perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi yang mengikuti Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) 2016. Hal ini diharapkan dapat menguatkan daya saing usaha.

“Ini sebenarnya upaya hilirisasi teknologi yang selama ini diupayakan pemerintah. Dana yang diberikan ini untuk inkubasi bisnis teknologi, bukan modal usaha sebenarnya, supaya pengusaha pemula berbasis teknologi yang menjadi startup ini bisa terus memproduksi mengembangkan teknologi menjadi inovasi,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir dalam keterangan resmi belum lama ini.

Usaha berbasis teknologi yang diberikan dukungan antara lain, pengembangan lampu murah yang bisa digunakan khusus oleh nelayan menangkap ikan. Ada juga teknologi “penyortiran” ikan yang ditujukan untuk nelayan kecil, katanya.

“Ke depan, teknologi-teknologi ini akan kami bawa ke Papua untuk bisa digunakan nelayan kecil di sana, harapannya ini bisa meningkatkan hasil tangkapan,” ujar Nasir.

Ia membenarkan bahwa proses untuk sebuah usaha baru bertahan dan menjadi kuat butuh waktu, karena itu pembinaan Kemristekdikti tidak hanya berhenti pada pelatihan selama lima hari dan bimbingan selama enam bulan saja, tapi akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Kemristekdikti menjalankan pelatihan Inkubator Bisnis Teknologi 2016 yang diikuti 48 peserta di Serpong, Tangerang Selatan, dari 22 hingga 27 Juli 2016. Ini meruakan hasil seleksi dari 237 proposal yang masuk untuk mengikuti program inkubasi ini.

Jumain Appe Dirjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti mengatakan, dana yang diberikan untuk 48 pengusaha baru berbasis teknologi ini berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per usaha. Sehingga total dana yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 12 milyar. Dana ini sepenuhnya untuk menjalankan inkubasi, termasuk juga di dalamnya untuk kegiatan promosi serta bantuan untuk memproses legalitas usaha.

“Kami akan bantu mereka selama tiga tahun. Tiga tahun cukup lah, diharapkan mereka benar-benar bisa mandiri. Kalau sampai lima tahun nanti mereka tidak mandiri, kita juga harus membantu tenant lain lagi,” ujar dia.

Sementara itu, Yonisman pemilik ivenmu.id yang merupakan perusahaan baru peserta IBT 2016 Yonisman mengatakan program pemerintah yang bertujuan membantu usaha-usaha baru untuk berdiri dan berkembang menjadi usaha yang kuat seperti ini sangat dibutuhkan.

Sering kali, menurut dia, usaha startup ini bukan saja sekadar membutuhkan dukungan modal, tetapi juga semangat untuk bisa membulatkan tekad menjalankan usaha baru. Selain itu juga akses pasar dan platform usaha dengan inovasi yang bagus yang memperhitungkan kebutuhan masa depan di masyarakat.

Dalam 10 tahun ke depan, Nasir berharap pengusaha-pengusaha baru berbasis teknologi yang diberi pelatihan dan bimbingan dari Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti ini bisa menjadi pengusaha besar.

“Presiden sangat mendukung pengembangan inovasi yang hasilnya bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Pengembangan industri berbasis teknologi diharapkan mampu memberi nilai tambah, maka mulai sekarang semua yang dikembangkan tidak boleh berhenti hanya di riset saja harus sampai usaha,” pungkas Menristekdikti itu.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY