Karya Industri Kreatif Indonesia Diapresiasi Silicon Valley

Peter Sheare, Co-Founder AR&Co. (Foto: Forbes/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Karya industri kreatif anak-anak muda Indonesia, terutama teknologi mulai dilirik oleh dunia internasional. Baru-baru ini, perusahaan industri kreatif asal Indonesia, AR&Co mendapatkan penghargaan Auggie Awards dalam Augmented World Expo (AWE), di Santa Clara, Silicon Valley, Amerika Serikat.

Perusahaan itu berhasil meraih penghargaan dalam kategori Best Campaign (Kampanye Terbaik) atas karya Augmented Reality (AR). AWE merupakan ajang penghargaan paling bergengsi bagi dunia industri kreatif. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh lebih dari 4.000 peserta dari berbagai dunia.

“AWE ini seperti Piala Oscar-nya industri kreatif di bidang augmented reality. Kami tidak menyangka bisa menang kategori Best Campaign dua kali,” kata Co-Founder AR&Co Peter Sheare belum lama ini di ajang Popular Culture Convention (Poncon) Asia, Surabaya.

Peter mengatakan, AR merupakan teknologi yang cukup unik, dan terbilang baru di Indonesia. Sebab, menurutnya teknologi itu memberikan tampilan yang tampak hidup untuk sebuah informasi.

“Caranya, dengan menambahkan elemen-elemen lainnya, seperti input sensor buatan komputer yang bisa berupa video, data GPS, gambar, maupun suara,” ujar Peter. Dengan teknologi ini, kata Peter, mereka berhasil mendukung peningkatan penjualan salah satu merek susu bubuk ternama di Vietnam, hingga 19%.

Sebenarnya, tidak kali ini saja Peter menerima penghargaan semacam itu. Pada tahun lalu, dia menerima penghargaan untuk kategori yang sama. Penghargaan itu diraihnya karena memenangkan Muhammadu Buhari dalam Pemilu Presiden Nigeria tahun 2015.

“Waktu itu kami buat aplikasi di mana calon pemilih bisa mengetahui visi-misi sang calon presiden, hanya dengan mengarahkan layar ponsel cerdas mereka ke sosok Muhammadu, atau logo partainya,” kata Peter.

Dampak lain karya dari para pelaku industri kreatif Indonesia semakin mendunia.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY