Jokowi Raup Kesepakatan Bisnis Senilai USD19 Miliar di Inggris

Presiden Joko Widodo menemui anggota parlemen Inggris. (foto : bbc)

YOUNGSTERS.id - Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Inggris berhasil meraup 12 kesepakatan bisnis senilai USD l19,02 miliar (setara dengan Rp237 triliun dengan kurs dolar AS Rp12.500).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan  semakin membaiknya iklim usaha di Indonesia, maka kerjasama investasi dan perdagangan antara kedua negara semakin meningkat.

“Pemerintah telah menerbitkan 11 paket kebijakan ekonomi sejak September tahun lalu termasuk formula penetapan upah yang akan membuat biaya tenaga kerja akan lebih terprediksi,” jelasnya dikutip dari Keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2016).
Terdapat tiga existing investor yang memperluas bisnis mereka, lima perusahaan yang menandatangani komitmen investasi serta empat perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman dengan mitra lokal mereka dari Indonesia.

Lebih lanjut Kepala BKPM mengatakan bahwa berbagai kebijakan dilakukan pemerintah untuk memudahkan investor diantaranya pelayanan terpadu satu pintu, layanan investasi tiga jam, kemudahan investasi langsung konstruksi yang telah  diimplementasikan di 14 kawasan industri serta percepatan jalur hijau dan pembentukan pusat logistik berikat.

“Berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi investor. Saat ini pemerintah sedang mengkaji seluruh kebijakan baik di level pusat maupun daerah yang menghambat investasi,” jelasnya.

Kepala BKPM juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan perwakilan BKPM di London Nurul Ichwan dan Koordinator Marketing Officer wilayah Inggris Meyer Siburian yang siap memfasilitasi segala concern yang dimiliki oleh investor Inggris.

Dari sisi potensi, Franky menggarisbawahi potensi Indonesia sebagai produsen berbagai komoditas utama seperti kelapa sawit, kakao, karet, timah, nickel dan panas bumi. Di ekonomi digital, Indonesia juga memiliki prospek yang cemerlang dengan kurang lebih 88,1 juta populasi sebagai pengguna internet dan 79,1 juta penduduk sebagai pengguna media sosial.

STEVY WIDIA