IWIC 2016: Lahirkan Technopreneur Muda Bertalenta Global

Para pemenang IWIC ke-10 bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Indosat Ooredoo menggelar Wireless Innovation Contest (IWIC) ke 10. Ajang ini mendapat apresiasi dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dari ajang ini diharapkan lahir technopreneur muda bertalenta global yang mendukung target Indonesia sebagai kekuatan digital di Asia tahun 2020.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan pemerintah berambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energi of Asia di tahun 2020. Ini langkah yang dilakukan Indosat Ooredo ini menjadi bagian dari program kolaborasi pemerintah dengan swasta dan masyarakat.

“Apa yang dilakukan Indosaat Ooredo lewat IWIC bertema Change the World ini relevan dengan situasi saat ini. Kami sangat mengapersiasi hal ini dan mendukung, bahkan berharap ajang ini akan berlanjut terus dan pesertanya akan tambah banyak lagi tahun depan hingga mencapai 7.000 peserta,” kataTriawan dalam pidato pada Grand Final IWIC ke-10, Rabu (2/11/2016) di Jakarta.

IWIC merupakan program corporate social responsibility (CSR) Indosat Ooredoo untuk pilar edukasi dan inovasi yang digelar sejak tahun 2006. Pada penyelenggaraan yang ke-10 ini, Indosat Ooredoo telah membawa kompetisi IWIC ke pentas global dengan mengajak para generasi muda Indonesia berkompetisi dengan developer di tingkat global dengan tema #changetheworld.

Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan, hadirnya generasi muda dari luar negeri, yang secara otomatis memberikan kesempatan pada developer muda terbaik Indonesia bersaing dengan para developer global.

“Harapan kami dapat meningkatkan daya saing talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat global. Ini merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di pentas global, sekaligus menciptakan aplikasi berkualitas buat bangsa dan masyarakat Indonesia,” papar Alexander.

Pada IWIC 10 dari total 3.592 proposal yang diterima. Setelah melalui proses seleksi oleh juri, terpilihlah 34 finalis, baik itu berupa ide maupun aplikasi yang berasal dari Indonesia dan peserta global seperti Jepang dan Myanmar.

Para pemenang I ajang ini, untuk kategori Kids (idea) adalah Aisha Dina Farahita dengan karya Let’s Find Alternative Energy. Dan kategori Kids (Apps) adalah Ahmad Danesh (Adventure of Revi). Lalu Kategori Teens juara untuk Idea adalah Nadiela Septiani (Smart Vertical Garden), dan Apps adalah Fara Alifa Iswadhani (Ordinary Teenboy).

Pemenang untuk kategori University Students & Publik (Idea) adalah Rohhaji Nugroho (Owis), dan untuk Apss adalah Fitrah Akbar Budiono (Foodgsm). Untuk kategori developer mobile web adalah Mohamad Iqbal (Bandros.co.id), dan developer apps adalah Adam Ardiasasmita (Pippo Belajar Dinosaurus).

Selain itu ada kategori khusus yakni Youth With Disabilities idea pemenangnya adalah Fakhry Muhammad Rosa (Object Identifier), dan apps adalah Adrian Naufal (The Prototype). Kategori khusus untuk Women and Girls Idea adalah Rianna Patricia Crus (Mighty Her) dan untuk Apps yakni Tiara Freddy Andika (Twinniesmenu).

Sebagai rangkaian Grand Final IWIC-10, para finalis juga mengikuti Developer Conference, sebuah diskusi panel yang dapat diikuti oleh para pelajar dan developer dengan topik bahasan yang menarik terkait dunia digital dengan menghadirkan para ahli sebagai narasumber.

Para pemenang IWIC 10 mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan hadiah menarik lainnya. Selain itu, finalis mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di depan para investor melalui sesi smart pitching dengan tujuan sebagai ajang penggalangan dana untuk pengembangan ide-ide serta karya yang sudah diciptakan.

Indosat Ooredoo berharap IWIC akan terus berkembang demi mewujudkan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

“Kami yakin IWIC akan mampu menjadi salah satu langkah awal bagi generasi muda dalam pengembangan ide-ide terkait dunia digital agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Alex.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY