Inilah Tiga Merek Lokal Paling Favorit Karya Anak Muda

Inilah tiga merek lokal paling favorit karya anak muda pilihan pengunjung dan di media sosial di ajang Festival #Ambisiku (Foto: Dok. Tri/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Setelah sukses menggelar Roadshow Festival #Ambisiku di tiga kota kreatif di Indonesia yaitu Yogyakarta, Makassar, dan Bandung pada 16 September – 9 Oktober 2016, Tri memperkenalkan 3 merek lokal paling favorit pilihan pengunjung yang hadir maupun yang memilih melalui media sosial. Siapa saja?

Gelaran Festival #Ambisiku menjadi tempat di mana berbagai ambisi anak muda dipertunjukkan, baik lewat talkshow dan workshop yang melibatkan banyak profesional muda yang telah sukses di berbagai bidang. Juga, ada panggung musik dan seni oleh artis lokal maupun nasional, serta bazar yang diisi oleh 150 merek lokal yang dimiliki oleh wirausahawan muda dari berbagai daerah dengan berbagai produk inovatif yang menarik. Dari tiga kota diselenggarakannya gelaran ini, Tri memperkenalkan 3 merek lokal paling favorit pilihan pengunjung yang hadir maupun yang memilih melalui media sosial.

Merek-merek lokal favorit tersebut berkesempatan untuk dipromosikan di media promo luar ruang Tri di kota asal mereka.

“Kami sangat bangga bisa menampilkan karya para anak muda kreatif Indonesia dalam parade #Ambisiku, merek lokal terbukti tidak kalah dengan merek  global. Sebagian besar dari mereka memaksimalkan pengembangan material maupun ciri khas lokal dengan menggabungkan desain dan fungsi yang sifatnya kekinian. Dengan pemasaran yang memanfaatkan kekuatan internet, produk-produk tersebut dapat diterima dengan baik oleh generasi muda Indonesia karena mampu menyesuaikan dengan selera mereka,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia.

Dijelaskan Dolly, mekanisme pemilihan merek  favorit dilakukan melalui vote di Facebook Tri Indonesia, vote dari para pengunjung dan mereka yang paling banyak dikunjungi pengunjung saat Parade #Ambisiku berlangsung.

Wujud dukungan Tri pada ketiga merek lokal terpilih tersebut, lanjut Dolly, dengan membantu memperluas jangkauan promosi melalui radio talkshow dibeberapa radio di Indonesia, juga dipromosikan ke 56.6 juta pengguna Tri, dan akun sosial media Tri Indonesia. Selain itu, produk mereka juga akan ditampilkan dalam billboard di beberapa titik di tiga kota tersebut.

“Rangkaian kegiatan dari Festival #Ambisiku masih akan terus berlanjut. Dengan kampanye dan dukungan ini, Tri mengajak anak muda Indonesia untuk menumbuhkan semangat creativepreneur dan menjadi bagian dari generasi muda berambisi,” tukas Dolly.

Ketiga  merek lokal favorit tersebut adalah Papa.Tea dari Makassar, UniKraf dari Yogyakarta, dan NZStrap dari Bandung.

Papa.Tea – Thai Tea & Green Tea Premium (Merek Favorit Makassar)

Papa.Tea dirintis sejak Juni 2015 oleh pasangan suami istri muda, Ardiansyah (26) dan Farha (25), dengan modal awal Rp 100 ribu dan peralatan seadanya. Mereka memulai memasarkan produknya melalui keluarga, sahabat, dan media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path. Tak jarang Papa.Tea juga mengikuti bazar kuliner dan berjualan di sekolah-sekolah. Komposisi minumannya yang unik, tanpa bahan pengawet, dan harga terjangkau membuat Papa.Tea banyak diminati oleh semua kalangan. Berkat usahanya yang tak kenal menyerah, kini Papa.Tea sudah memiliki cabang di beberapa tempat di Makassar, serta franchise di Pare-pare, Mamuju, Sidrap & Samarinda.

Uni.Kraf  –  Universe Crafting, asesoris berbahan dasar kayu (Merek Favorit Yogyakarta)

Berinovasi dalam bidang kriya (craft) merupakan hal yang unik dari UniKraf, bukan hanya membuat produk, namun UniKraf juga mengusung nilai-nilai Ethical Products, Fair Trade, dan Eco-Friendly. Dirintis oleh sekelompok anak muda penuh ambisi, menurut Zaidil (23), salah satu founder-nya, UniKraf merupakan Co-Crafting Space, wadah berkarya dan berkolaborasi. UniKraf menghadirkan kembali budaya kriya penuh karsa dan bekerjasama dengan pengrajin lokal, khususnya di Yogyakarta. Sekelompok anak muda ini bukan hanya ingin menciptakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pasar, namun juga ingin menciptakan pasar.

UniKraf dipasarkan melalui media sosial, dan berbagai acara offline dan pameran. Yang menjadi ciri khas UniKraf adalah cara penyampaian konten dengan metode Storytelling dan menjaga curiosity pasar dengan cara tidak pernah menyebutkan harga di media sosialnya. Untuk mempertahankan eksistensi produk, Zaidil dan tim pun selalu melakukan riset terhadap topik yang sedang trending dan happening sehingga tepat guna membidik komunitas calon pasar.

NZStrap – (Merek Favorit Bandung)

Berangkat dari keinginan untuk memiliki kebebasan waktu, kebebasan finansial dan juga bisa membantu membuka lapangan kerja untuk orang banyak, Nauvan Maulana (24) berinovasi, membuat usaha di bidang asesoris tepatnya tali jam tangan. Menurutnya usaha di bidang ini memiliki peluang yang sangat besar, karena belum banyak penjual asesoris serupa. Dimulai pada tahun 2012 dengan hanya menjual 12 stok barang, Nauvan memasarkan NZ Strap melalui forum-forum jual beli di internet.

Seiring berjalannya waktu, Nauvan pun mulai melihat pentingnya media sosial untuk menjual produknya, ia pun membuat akun Instagram, Facebook, dan website untuk NZ Strap. Dengan mengikuti bazaar Festival #Ambisiku, menurutnya sangat mengakomodir anak muda untuk memamerkan usaha kreatifnya kepada masyarakat. Karena usaha-usaha kreatif yang berskala UKM masih sangat perlu dibantu terutama dalam hal promosi.

 

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY