Industri Perlu Intergrasi Ke Sistem Berbasis Online

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pelaku industri dalam negeri harus siap menghadapi era Industry 4.0. Era ini menuntut pelaku industri untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan sistem berbasis online dalam sebuah mata rantai produksi.

Hal itu diingatkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Penggunaan sistem online di industri dinilai mampu meningkatkan efisiensi mencapai 18 %. Dalam waktu lima tahun, 80 %perusahaan akan melakukan digitalisasi dalam rantai nilai bisnis.

“Industry 4.0 menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi,” demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Minggu (25/9/2016) di Jakarta.

Hal itu dipastikan Airlangga, karena berdasarkan hasil studi di Eropa, perusahaan-perusahaan di Benua Biru melakukan investasi mencapai €140 miliar sampai dengan 2020 untuk penggunaan aplikasi internet di industrinya.

“Di sana, penggunaan internet sudah menjadi sangat penting untuk di sektor industri,” ujarnya.

Oleh karena itu, Menperin mendorong penggunaan teknologi online atau internet oleh pelaku industri dalam negeri secara lebih intensif. Salah satu industri yang amat potensial berkembang melalui aplikasi online adalah industri makanan. Pasalnya, jelas Airlangga, industri makanan saat ini telah berkembang pesat secara regional karena adanya faktor warisan budaya (cultural heritage).

“Dengan adanya aplikasi online, industri makanan dan minuman menjadi lebih berkembang karena didukung kemudahan distribusi dan informasi produk,” ucap Airlangga.

Sistem informasi online juga membantu industri menjadi makin efisien karena produksi dapat berlangsung secara terus menerus sesuai dengan informasi kebutuhan dan stok. Beberapa sektor lainnya, seperti industri kosmetik, pupuk, semen, elektronik dan permesinan juga sudah mulai mengadopsi sistem otomasi.

“Keberhasilan mengembangkan industri tersebut akan menjadi patokan industri lainnya. Kemenperin juga tengah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar ikut memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pasarnya,” tegas Menperin.

Tujuan pemanfaatan pasar digital adalah untuk membuat cost menjadi nol dan meningkatkan efisiensi value chain.

“Perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri juga kita ajak kerja sama untuk mendukung langkah ini,” pungkas Airlangga.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY