Indonesia Ingin Masuk 40 Besar Daftar Index Kemudahan Berbisnis

(Foto : ilustrasi/youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pemerintah berkomitmen untuk dapat masuk jajaran 40 besar dunia dalam Indeks Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business Index. Saat ini posisi Indonesia berada di urutan ke-109 pada 2016.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyampaikan hal tersebut saat menjadi Panelis dalam Indonesia-Germany Business Forum di Berlin, Jerman, yang diikuti ratusan pengusaha Jerman, antara lain Deustche Bank, Ferrostaal, Siemens, dan Meyer Welft.

“Pemerintah Indonesia bertekad menempatkan diri pada 40 besar dalam Ease of Doing Business Index,” kata Thomas, dalam siaran pers yang diterima, Kamis (21/4/2016).

Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat ke-109 dalam Rank of Doing Business pada 2016. Ranking tersebut mengalami kenaikan sebesar 11 peringkat dari posisi tahun sebelumnya yang hanya menempati peringkat ke-120.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir sejak 2011- 2015 menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Jerman turun sekitar 2,2 persen per tahun. Neraca Perdagangan Indonesia dengan Jerman juga terus menunjukkan defisit pada periode waktu yang sama.

Pada 2015, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Jerman mencapai 807,87 juta dolar AS atau turun sekitar 36,4 persen dibandingkan pada 2014 yang mencapai 1,27 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Jerman masih didominasi produk alas kaki, minyak sawit, karet alam, dan pakaian atau tekstil. Sementara itu, impor Indonesia dari Jerman didominasi produk permesinan, peralatan elektronika, kendaraan bermotor, dan obat-obatan.

Dari sisi penanaman modal asing, nilai realisasi investasi Jerman di Indonesia mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada 2014, nilai investasi Jerman mencapai 50,1 juta dolar AS dan meningkat menjadi 57,3 juta dolar AS pada 2015. Investasi Jerman hanya menempati peringkat ke-20 terbesar bagi Indonesia pada tahun 2015.

Dalam Indonesia-Germany Business Forum, Thomas turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jerman.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY