Indonesia Berpotensi Besar Dalam Application Economy

YOUNGSTERS.id - Indonesia tercatat sebagai negara dengan potensi terbesar ketiga untuk mengembangkan ekonomi aplikasi (application economy) di Asia Pasifik. Namun, dari segi kesiapan, Indonesia berada di posisi terbawah.Application Economy Index (AEI) 2016 yang dirilis oleh CA Technologies menunjukkan dari segi potensi pasar Indonesia melejit tujuh peringkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di bawah China dan Indonesia.

Lim May-Ann Managing Director Technology Research, Consulting, and Training (TRPC) mengatakan, untuk memaksimalkan potensi tersebut, Indonesia harus bergerak cepat.

“Kesuksesan dalam era aplikasi ekonomi adalah jika bisa sesegera mungkin mengidentifikasi risiko dan peluang kemudian meminimalisasi risiko tersebut,” katanya dalam siaran pers CA Technologies Asia Pacific & Japan Media & Analytics Summit 2016 Rabu (24/2/2016).

Aplikasi ekonomi adalah era dimana aplikasi menjadi salah satu penggerak utama perekonomian. Hal ini ditandai dengan penggunaan aplikasi secara massif di berbagai bisnis, terutama melalui perangkat ponsel pintar.

Lim menjelaskan setidaknya ada lima faktor yang menentukan potensi pengembangan application economy di Asia Pasifik, yakni jumlah pengguna ponsel pintar, jumlah pengakses mobile internet per hari, penggunaan jejaring sosial, mobile application, dan jumlah penduduk berusia muda dalam struktur demografi.

Jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia menembus angka 109 juta pengguna dan 17,1% dari total penduduknya merupakan penduduk berusia muda.

“Indonesia harus memperkuat penetrasi pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit dan memperkuat kesiapan pembayaran melalui mobile payments kalau tak mau tertinggal,” tutur Lim.

Sejumlah negara, seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan justru mencatatakan penurunan potensi pengembangan application economy. Salah satu pemicunya adalah demografi penduduk yang menua dan berdampak pada penggunaan ponsel pintar serta aplikasi.

Sementara itu dari segi kesiapan Indonesia menduduki posisi kesepuluh dari sepuluh negara di kawasan Asia Pasifik. Indonesia berada di bawah Thailand dan India yang masing-masing berada pada urutan ke-8 dan ke-9 di antara negara sekawasan lainnya.

Adapun, level kesiapan tersebut diukur dari tiga parameter, yakni penggunaan dan dukungan teknologi dari pemerintah serta inovasi, infrastruktur Internet, dan kesigapan bisnis–termasuk proses yang dibutuhkan untuk memulai bisnis di suatu negara.

 

STEVY WIDIA