Indocomtech 2016 Hadirkan Konsep Jakarta Smart City

Pameran produk teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) Indocomtech 2016 siap digelar. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pameran produk teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) Indocomtech akan digelar 2-6 November ini. Kali ini penyelenggara menghadirkan konsep Jakarta Smart City.

Project Director Amara Pameran Indonesia (API) untuk Indocomtech Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya berusaha membuat Indocomtech menarik untuk dikunjungi dan menghadirkan pengalaman dan pengetahuan baru pengunjung.

“Tahun ini kami menghadirkan konsep Jakarta Smart City menjadi pengalaman bagi pengunjung. Ini sesuai dengan tema Gadget Is Everywhere yang diusung Indocomtech,” kata Bambang dalam siaran pers Kamis (6/10/2016) di Jakarta.

Ia mengatakan, untuk menarik pengunjung pihaknya menghadirkan 300 peserta pameran baik dari dalam aupun luar negeri. Nantinya, mereka bakal menempati booth-booth yang ada di area seluas 17.000 meter persegi di JCC Senayan.

“Dari 300 peserta, sekitar 100 peserta berasal dari luar negeri seperti Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, kehadiran 100 peserta dari luar negeri ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para pengusaha TIK Indonesia dengan pemain industri dari luar negeri.

Untuk itu, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah business matching, sebuah pertemuan business to business (B2B) yang bertujuan mempromosikan produk dan inovasi terbaru dari pelaku industri TIK. “Dengan business matching ini, pelaku industri bisa menjalin relasi dan menciptakan kolaborasi yang berpotensi memperkuat usaha mereka,” tuturnya.

Meski begitu, seperti tahun-tahun lalu, konsumen pun tetap bisa mengetahui dan membeli produk TIK terbaru dengan penawaran menarik di ajang tahunan yang diselenggarakan Yayasan Apkomindo Indonesia dengan BRI ini.

“Kami tidak akan meninggalkan konsumen, karenanya selain B2B, Indocomtech bakal menghadirkan berbagai tawaran menarik untuk konsumen (B2C). Sebab pengunjung akan kecewa jika tidak ada gadget yang dapat dibeli,” kata Ketua Umum Yayasan Apkomindo Hidayat Tjokrodjojo menambahkan.

FAHRUL ANWAR