Iklan Mesin Pencari Mampu Bangun Kesadaran Publik

Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia . (Foto : Dok.Youngsters.ID)

YOUNGSTERS.id - Informasi berbasis internet atau online menjadi salah satu referensi utama dalam menentukan berbagai kegiatan. Studi browser Baidu terbaru melaporkan bahwa di tengah rendahnya efektifitas rata-rata iklan online di Indonesia, iklan media sosial dan iklan mesin pencari dinilai mampu bangun kesadaran publik

“Video Ads menjadi salah satu iklan yang kehadirannya cukup berhasil membangun kesadaran pemirsanya,” papar Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia , Kamis (7/4/2016) di Jakarta.

Namun dia menjelaskan, tingkat aktifitas video iklan masih rendah mengingat masih sedikit pemirsa yang lantas memutuskan untuk mengaksesnya. “Implikasi makna dari fakta ini adalah para pengiklan harus benar-benar memperhatikan daya tarik konten yang disampaikan agar tingkat interaksi yang terbangun dengan pemirsanya bisa menjadi semakin mendalam,”  tambah Bao.

Berdasarkan Studi Baidu terbaru yang bertajuk Mobile Apps Market Study Indonesia yang dilaksanakan oleh lembaga riset independen terkemuka GFK Indonesia, 27% pengguna smartphone di Indonesia dalam setiap bulannya selalu meng-klik iklan online yang menyambangi perangkatnya. Uniknya, peminat iklan online ini mayoritas berasal dari segmentasi sosial ekonomi kelas C, berusia antara 23-32 tahundan sebagian besar adalah laki-laki.

Melihat hasil studi, iklan online secara keseluruhan masih menunjukan efektifitas yang rendah. Namun meskipun demikian, iklan media sosial dan iklan di mesin pencari dinilai memiliki efektifitas yang lebih baik sehubungan dengan kemampuannya membangun tingkat kesadaran yang tinggi di kalangam pengguna perangkat bergerak.

Sebanyak 68% responden mengaku sadar akan kehadiran iklan di media sosial dan 13% mengaku melakukan pengaksesan terhadap iklan tersebut. Sementara itu, sebanyak 69% responden menyadari adanya iklan di mesin pencari yang tengah mereka gunakan di perangkat mereka dan 12% memutuskan untuk mengklik iklan tersebut.

“Karakteristik pengakses iklan online yang ditemukan melalui studi ini dapat dijadikan pertimbangan bagi para pemasar dalam menyiapkan bentuk komunikasi yang tepat,” ujar Bao lagi.

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : Stevy Widia