IdeaFest 2016 , Ajang Sociopreneur Unjuk Gigi

(kiri-kanan) – Anang Setiawan, Pemenang Kompetisi Ideas for Indonesia 2015 ; Chaerany Putri, Festival Director IDEAFEST 2016 ; Ben Subiakto Co-founder Ideafest dan Andy Noya. (Foto: Ideafest/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Ideafest, Ajang festival kreatif tahunan yang fokus dunia kewirausahaan sosial dan kreativitas kembali digelar. Ideafest 2016 akan diselenggarakan pada 23-24 September 2016 dengan tema Shift (Think). Selain menghadirkan para pelaku socioprenur, akan ada kompetisi berhadiah Rp 500 juta.

Industri kreatif dipercaya akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. Untuk itu, Ideafest kali ini mengangkat tema Shift Think, untuk mengingatkan kembali para anak muda di Indonesia. Bahwa perkembangan kewirausahaan tidak lagi untuk membawa perusahaan pada potensi ekonomi saja tapi juga berdampak positif pada lingkungan sekitar.

“Maka sudah saatnya pemain di industri ini juga berpikir lebih dinamis, selalu siap berubah agar bisa mengembangkan potensi yang lebih baik lagi dan memiliki dampak yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Co-founder Ideafest, Ben Soebiakto dalam siaran persnya, Rabu (14/9).

Ia menambahkan tidak sedikit perusahaan tradisional yang harus mengalami penurunan drastis karena datangnya perusahaan yang memberikan solusi kepada konsumennya dengan bantuan teknologi.

“Perusahaan seperti Google, Uber, Airbnb dikenal sebagai sebagai perusahaan-perusahaan yang sangat berkembang pesat dan mulai mengubah gaya hidup masyarakat,” ujar Ben lagi.

Pada Ideafest 2016 ini akan hadir 200 nama yang berasal dari berbagai bidang, baik dari pengusaha, inovator, pelaku seni, pengembang aplikasi, sampai kepala daerah. Festival Director Ideafast 2016, Chaerany Putri, mengatakan, topik-topik yang diangkat pada kali ini merupakan turunan dari enambelas subsektor ekonomi kreatif yang ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yang kemudian dirangkum menjadi lima tema utama, yaitu inovasi sosial, kewirausahaan, teknologi, hiburan, dan life hack.

“Pilihan topik yang ada pada Ideafest 2016 sudah disesuaikan dengan tren yang bergulir, tidak hanya pada ranah ekonomi kreatif nasional, namun juga internasional agar peserta memiliki perspektif yang lebih luas lagi,” tutup Putri.

Sejak kemunculannya yang pertama pada tahun 2011, Ideafest telah menjadi festival kreativitas terbesar di Indonesia. Ajang ini juga memiliki kompetisi untuk menjaring ide-ide kewirausahaan sosial di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini kompetisi lebih menantang karena ide kewirausahaan sosial yang ikut serta harus suda berjalan setidaknya dua tahun. Selama kompetisi berjalan, partisipan akan mendapat bimbingan dari mentor yang ahli agar proyek yang digarap lebih bernilai dan memiliki dampak berkelanjutan.

Pada Ideafest 2015, pemenang pertama adalah Anang Setiawan, dengan proyek bertajuk Gerakan Pulang Ke Desa. Anang menghubungkan pengusaha yang tinggal di daerah kecil dengan investor melaui metode pembagian saham.

Untuk kompetisi tahun ini, total hadiah untuk lima pemenang terbaik adalah Rp 500 juta, mentoring dan perjalanan studi singkat.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply